13 Mitos dan Fakta Covid-19 yang Perlu Diketahui

Berita 7 Sep 2021 0 91x
mitos dan fakta Covid-19

mitos dan fakta Covid-19

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah – Pesantren Covid-19 Muhammadiyah Covid-19 Command Center pada Sabtu (4/9) mengadakan pengajian bertema “Hidup Berdampingan dengan Covid-19, Mitos dan Fakta”. Pengajian yang dilakukan secara daring ini mengundang Widarti selaku Perawat RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta.

Widarti menjelaskan bahwa hidup berdampingan dengan Covid-19 bukan berarti menyerah dengan keadaan, namun berarti harus mengubah perilaku, cara pandang, dan cara beradaptasi dengan kebiasaan baru.

Dalam kesempatan ini, Widarti menjelaskan bahwa virus Corona mempunyai ukuran yang sangat kecil, yakni 125 nanometer. Meskipun demikian, Widarti menegaskan, virus ini sangat mematikan. Menurutnya, virus ini dapat ditularkan melalui percikan batuk dan bersin pada penyintas Covid-19.

Menyikapi berita Covid-19 yang banyak beredar, baik di dunia maya maupun di lingkungan sekitar, Widarti mengimbau kepada masyarakat agar selalu waspada dengan berita-berita yang tidak jelas kebenarannya.

Widarti menyebutkan beberapa mitos dan fakta seputar Covid-19, di antaranya: Pertama, pengering tangan atau hand dryers dapat membunuh virus Corona. Ia mengatakan, pernyataan tersebut adalah mitos; Kedua, lampu ultraviolet atau UV dapat membunuh virus Corona. Itu pernyataan yang tidak benar, justru lampu UV sebaiknya tidak digunakan pada area kulit karena radiasi dari UV dapat menyebabkan iritasi kulit.

Baca Juga: Epidemiolog: Vaksinasi dan Protokol Kesehatan Kunci Penanganan Pandemi Covid-19

Ketiga, mitos, alat pengukur suhu tubuh dapat mendeteksi seseorang terinfeksi virus Corona, karena faktanya, alat pengukur suhu tubuh hanya sekedar mendeteksi seseorang sakit demam; Keempat, menyemprotkan alkohol atau klorin ke seluruh tubuh dapat membunuh virus Corona. Menurut Widarti, ini mitos, karena zat-zat yang terkandung dari alkohol atau klorin apabila terkena mata dan mulut akan menimbulkan bahaya.

Kelima, menerima paket atau surat yang berasal dari China dapat tertular virus Corona, ini adalah pernyataan yang tidak benar. Perlu diketahui bahwa virus Corona tidak dapat bertahan lama pada obyek seperti surat ataupun paket.

Keenam, hewan peliharaan di rumah dapat menularkan virus Corona. Ini mitos, karena sampai saat ini tidak ada bukti bahwa hewan peliharaan di rumah dapat menularkan virus Corona, namun alangkah lebih baik jika seseorang yang sesudah melakukan kontak dengan hewan peliharaan di rumah harus mencuci tangan dengan sabun terlebih dahulu sebelum memegang benda-benda yang lain. Hal ini bertujuan untuk melindungi diri terhadap berbagai bakteri seperti E-coli dan Salmonella yang dapat berpindah dari hewan peliharaan ke manusia.

Ketujuh, membilas hidung dengan garam dapat membantu mencegah infeksi virus Corona. Pernyataan seperti ini mitos, karena sampai saat ini belum ada bukti bahwa mencuci hidung dengan garam dapat mencegah terinfeksi dari virus Corona; Kedelapan, mitos, rutin mengkonsumsi bawang putih dapat membantu mencegah infeksi virus Corona. Bawang putih adalah makanan sehat yang mempunyai sifat antimikroba, namun tidak ada bukti secara nyata bahwa rutin memakan bawang putih dapat melindungi seseorang dari virus Corona.

Kesembilan, minyak wijen tidak terbukti dapat membunuh virus Corona; Kesepuluh, virus Corona dapat menyerang pada seseorang usia tua. Pernyataan demikian tidak benar, virus Corona dapat menyerang siapapun dari berbagai usia; Kesebelas, orang yang sudah terkena Covid-19 tidak akan terjangkit lagi. Ini mitos, faktanya, orang yang sudah pernah positif Covid-19 masih ada kemungkinan terinfeksi kembali.

Keduabelas, mandi dengan menggunakan air hangat bisa mencegah Covid-19. Pernyataan itu mitos. Mencegah Covid-19 harus dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat, salah satunya mandi, namun tidak ada ketentuan harus menggunakan air hangat; Ketigabelas, virus Corona dapat menyebar melalui sinyal atau telepon seluler. Ini mitos. Virus Corona dapat menyebar lewat droplet atau kotak langsung dengan pengidap Covid-19. (rizka)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *