Berita

16 Korban Kecelakaan Bus Pariwisata di Bantul Dirawat di RS PKU Muhammadiyah Bantul

Bantul, Suara ‘Aisyiyah Sebanyak 16 korban kecelakaan bus pariwisata di Bukit Bego, Kedungguweng, Wukirsari, Imogiri, Bantul pada Ahad (6/2) dilarikan ke RS PKU Muhammadiyah Bantul untuk mendapatkan perawatan.

Prosedur penanganan korban kecelakaan yang dilakukan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) yakni dengan melakukan pertolongan dengan pemilihan prioritas pasien. Dari pemilihan prioritas tersebut diketahui 11 orang mengalami  luka ringan-berat, dan 5 orang meninggal dunia.

“Pasien meninggal langsung ke ruang jenazah. Pasien berat dan sedang dirawat di IGD, dan pasien ringan di ruang rawat hijau,” jelas Ahmad Muttaqin ‘Alim, Kepala IGD RS PKU Muhammadiyah Bantul saat dihubungi via aplikasi pesan.

Menurut ‘Alim, tidak ada kendala selama proses perawatan dan penanganan maupun identifikasi korban. “Tidak ada kendala (dalam penanganan korban maupun proses identifikasi),” imbuh ‘Alim.

Alim juga menyampaikan bahwa kesebelas korban masih menjalani rawat inap dan belum ada korban pulang. Sedangkan proses pemulangan jenazah juga masih dirapatkan.

Baca Juga: Muhammadiyah Hadir untuk Kemanusiaan Universal

Selain kesiap-tanggapan RS PKU Muhammadiyah, tim relawan AmbulanceMu juga sigap dalam membantu korban kecelakaan bus pariwisata itu.

“Sekitar setengah satu kami dikontak untuk mengirimkan armada ke lokasi kecelakaan. Itu yang meluncur pertama 3 unit AmbulanceMu, yakni PCM Dlingo,PCM Imogiri, SMK Muh Imogiri, dan berikutnya 12 Ambulance Muhammadiyah lainya mendukung, yakni Pajangan 1 & 2, Kasihan. Bantul kota 1 & 2, Donotirto, Pundong, Banguntapan Utara, Jetis, Artha Amanah, Sewon Selatan, dan dlingo 2,” tutur Ardi Kiswanto, Ketua Forum AmbulanceMu Kabupaten Bantul.

Saat tiba di lokasi, tim relawan langsung melakukan tindakan pertolongan awal emergency dan melakukan stabilisasi, mobilisasi, dan transportasi korban ke RS rujukan, yakni RS PKU Muhammadiyah Bantul dan RSUD.

Meski korban sudah berada di RS, tim relawan AmbulanceMu masih tetap berjaga di tiga lokasi, yakni 4 AmbulanceMu di RS PKU Muhammadiyah Bantul, 3 di RS Nur Hidayah, dan 2 di PMI. “AmbulanceMu ini standby untuk pemulangan jenazah ke Sukoharjo (kota asal korban kecelakaan),” imbuh Ardi.

Oleh karena itu, Ardi dan tim relawan AmbulanceMu serta armada ambulance relawan lain masih menunggu instruksi dari pemerintah daerah mengenai pemulangan jenazah korban kecelakaan. (budi)

Related posts
Berita

Muhammadiyah Adakan Jambore Ambulance Muhammadiyah 2021 se-Jawa-Bali di Jepara

Jepara, Suara ‘Aisyiyah – Untuk pertama kalinya, Jambore Ambulance Muhammadiyah Jawa-Bali Tahun 2021 diselenggarakan, Ahad (5/12) di Pantai Gua Manik, Donorejo, Jepara,…
Berita

RS PKU Muhammadiyah Bantul Resmi Membuka Shelter Covid-19

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah – Pembukaan shelter Covid-19 Gose resmi dibuka pada Kamis (11/2) oleh Suharsono selaku Bupati Kabupaten Bantul. Suharsono mengungkapkan harapannya…
Berita

Truk Terguling di Sawah Rollet, Relawan ‘Aisyiyah Siap Siaga Membantu

Keling, Suara ‘Aisyiyah – Terjadi kecelakaan sebuah truk yang bermuatan padi terguling saat melintas jalan perbatasan Dukuh Klero dan Desa Kelet, tepatnya…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.