2 Cara Menjaga Kesehatan Ibu Hamil di Masa Pandemi

Berita 13 Sep 2021 0 70x

bau badan pada ibu hamil

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah  Sabtu (11/9), akun Instagram @halodoc mengadakan siaran langsung dengan mengusung tema “Dampak Covid-19 Terhadap Kesehatan Ibu Hamil”. Kegiatan ini menghadirkan Olivia Widyanti Budiman (Dokter Spesialis Kandungan di RS Murni Teguh Sudirman) dan Nagita Slavina Mariana Tengker (aktris, model, presenter, produser film) sebagai narasumber.

Dalam kesempatan tersebut, Olivia menjelaskan bahwa pemeriksaan secara rutin kepada ibu hamil sangat dianjurkan, guna memastikan kondisi ibu hamil dan janinnya tetap baik. Selain itu, pemeriksaan rutin dianjurkan karena kehamilan itu bersifat dinamis. Menurutnya, tidak ada kehamilan yang dari awal pemeriksaan sampai melahirkan sudah dapat diprediksi bahwa kondisinya selalu bagus dan ia akan melahirkan secara normal.

Oleh karena kehamilan bersifat dinamis, Olivia menjelaskan bahwa bisa saja kondisi ibu hamil dan janin di awal pemeriksaan baik-baik saja. Tetapi di tengah-tengah kehamilan tumbuh kembang janinnya mengalami gangguan, seperti janin terlalu besar ataupun komplikasi pada ibu hamil lainnya.

Pada masa pandemi saat ini, Olivia menyampaikan bahwa ibu hamil yang terpapar Covid-19 dengan gejala ringan cenderung tidak terjadi masalah pada kondis si ibu dan janinnya. Akan tetapi, jika gejala yang dialami tergolong berat, atau sedang ke berat, dan mengalami gangguan pada pernafasan, risiko yang dialami oleh ibu dan janin lebih besar.

Baca Juga: Perempuan Hamil dan Tantangannya di Masa Pandemi

Lebih lanjut, Olivia menjelaskan bahwa perempuan yang hamil dengan usia di bawah 35 tahun risiko kehamilannya cenderung sedikit, karena komplikasi pada ibu hamil biasanya meningkat pada perempuan berusia usia 35 tahun ke atas. Perempuan yang berusia 35 tahun ke atas yang baru mengalami hamil kemungkinannya mengalami risiko kehamilan juga kecil.

Selain rutin melakukan pemeriksaan, Olivia juga menyarankan bagi ibu hamil untuk memperhatikan komposisi makanan, seperti makanan yang mengandung banyak nutrisi, protein, dan sebagainya. “Karena kebutuhan protein saat hamil itu meningkat sampai 20 gram dari kebutuhan dasar kita,” ujar Olivia. (fathia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *