Berita

670 KK Muhammadiyah Mengungsi Akibat Banjir di Aceh Utara

Aceh Utara, Suara ‘Aisyiyah – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Aceh Utara mengimbau kepada keluarga besar Muhammadiyah di lokasi posko pengungsian banjir untuk terus meningkatkan kewaspadaan, karena hujan dan debit air yang semakin kuat menerpa di lima belas Kecamatan di Kabupaten Aceh Utara.

Kecamatan Lhoksukon dan Kecamatan Kuta Makmur mengalami musibah banjir yang cukup parah. Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Aceh Utara T Anwar MA menyampaikan, “beberapa kondisi di Kabupaten Aceh Utara paska banjir, ada lima belas kecamatan yang terendam banjir pada tahun 2022 ini dengan kondisi air naik dua meter dari permukaan tanah.”

Terdapat Kurang lebih 670 KK keluarga besar Muhammadiyah di dua Kecamatan Lhoksukon dan Kecamatan Kuta Makmur terkena banjir tersebut, dan sebagian pekerja di amal usaha Muhammadiyah.

Kondisi di Lhoksukon terutama di perguruan yang memiliki Paud, TK ABA ‘Aisyiyah (Bustanul Athfal), UPTD SD IT Umul Quran Muhammadiyah, UPTD SMP Swasta Muhammadiyah, Panti Asuhan Muhammadiyah Cabang Lhoksukon. Semua AUM tersebut sudah diliburkan sejak hari Senin paska hujan deras tersebut.

“Hari Sabtu (8/1), alhamdulillah kondisi sudah mulai berangsur membaik dan kita akan melaksanakan gotong royong bersama membersihkan lumpur serta tumpukan sampah,” tutur Anwar.

“Bantuan yang sudah diterima dari keluarga besar Muhammadiyah Kota Lhoksmawe, PWM Aceh, serta seluruh simpatisan Muhammadiyah. Untuk ini kami atas nama PDM Kabupaten Aceh Utara mengucapkan terima kasih,” imbuhnya.

Baca Juga: Filantropi: Atasi Kemiskinan, Wujudkan Kehidupan Berkeadilan

Ke depan, Anwar berharap PWM Aceh dapat lebih melihat kebutuhan warga yang diperlukan, terutama untuk keperluan amal usaha di bidang pendidikan. Banjir, katanya, memang sudah menjadi langganan di beberapa kecamatan di Aceh Utara. Oleh karenanya, ia berhadap PWM dan PDM mengadakan diskusi untuk pengembangan dan kemajuan amal usaha di Aceh Utara.

Pimpinan Panti Asuhan Muhammadiyah Sukri saat di temui mengatakan, kondisi air saat itu dua meter dari permukaan tanah di dalam kompleks perguruan Muhammadiyah. Saat ini, di panti asuhan yang menginap sebanyak lima belas orang. “Kami sangat mengharapkan bantuan dari keluarga besar Muhammadiyah Aceh, khususnya. Bantuan yang diharapkan adalah dana pembersihan kompleks sekolah dan panti, seragam sekolah, buku sekolah, alat tulis lainnya,” tutup Sukri.

Banjir di Aceh Utara, 32 Ribu Warga Mengungsi

Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan debit air di sungai yang berhulu di Bener Meriah meningkat. Akibatnya, luapan air menjadi tak terbendung dan menyebabkan banjir di Kabupaten Aceh Utara.

15 Kecamatan di Aceh Utara terendam banjir dengan daerah yang paling parah ada di ibu kota Kabupaten Aceh Utara, Lhoksukon. Data terakhir Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat menyebutkan jumlah pengungsi terdampak bertambah dari 6.633 Kepala Keluarga (KK) atau 24.332 jiwa menjadi 9.766 KK atau 32.854 jiwa.

Selain itu, BPBD juga mencatat terdapat 1 orang meninggal dunia akibat bencana ini.

“Total pengungsi berjumlah 32.854 orang. Banjir meluas dan sekarang telah merendam 113 desa di 15 kecamatan,” kata Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara Murzani, Sabtu (8/1).

Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib mengatakan, bencana banjir ini telah ditetapkan masa tanggap darurat bencana. “Masa status tanggap darurat penanganan bencana alam banjir berlangsung selama 14 (empat belas) hari, terhitung mulai tanggal 2 Januari 2022 sampai dengan 15 Januari 2022,” demikian bunyi surat keputusan bupati nomor 350/1/2022. (Agusnaidi B/sb)

Related posts
Berita

Duka Korban Banjir Aceh Timur dan Aceh Utara, IMM dan IPM Galang Donasi

Lhokseumawe, Suara ‘Aisyiyah – Untuk mewujudkan rasa kepedulian kepada korban banjir bandang di beberapa kabupaten di Provinsi Aceh, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM)…
Berita

Lazismu Kota Langsa Salurkan Kebutuhan Pokok Korban Banjir

Langsa, Suara ‘Aisyiyah – Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sadaqah Muhammadiyah (Lazismu) Kota Langsa menyalurkan kebutuhan pokok untuk warga yang mengalami musibah…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *