Abdul Mu’ti: Disayangkan, Peran Sentral Guru Tak Sebanding dengan Apresiasi yang Diberikan

Berita 25 Okt 2021 0 72x
Abdul Mu'ti

Abdul Mu’ti

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah – Gerakan Subuh Mengaji ‘Aisyiyah Jawa Barat pada Senin (25/10) menghadirkan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti sebagai narasumber. Dalam kesempatan tersebut, Mu’ti membahas tema tentang “Muhammadiyyah dan Perdamaian Dunia”.

Di awal pengajian, Mu’ti mengingatkan para jamaah untuk merenungi sebuah ayat al-Quran tentang pentingnya melakukan sebuah perjalanan, yang dengan perjalanan tersebut manusia mampu melihat kehidupan dengan lebih jelas dan lebih baik. Ayat yang beliau kutip adalah Q.S. al Hajj: 46.

Selanjutnya, Mu’ti bercerita tentang kunjunganya ke Vatikan di awal Oktober lalu sebagai perwakilan Indonesia dalam forum pertemuan para pemimpin agama dunia yang bertajuk Religious and Education: Toward a Global Compact on Education. Dalam ceramahnya di forum tersebut, Mu’ti menyinggung tentang peran besar yang diemban oleh seorang guru, namun kesejehteraan dan keamanan hidupnya tak terjamin. Acara tersebut bertepatan dengan Hari Guru Internasional.

Baca Juga: Abdul Mu’ti Wakili Umat Islam Indonesia Ceramah di Vatikan

Forum tersebut bertujuan mempromosikan dan juga merancang kesepakatan bersama tentang pendidikan dunia yang inklusif, yang berdampak pada perdamaian seluruh umat manusia di masa depan. “Kondisi guru hari ini belum seimbang dengan kontribusinya untuk negeri. Di banyak negara, guru dibayar di bawah standar, bahkan ada guru yang hidup dalam kondisi ekonomi yang buruk. Hal ini menunjukan kurangnya apresiasi kepada seorang guru, baik sebagai pribadi maupun secara profesional. Imbas dari keadaan tersebut adalah berkurangnya minat generasi untuk menjadi guru,” ujarnya.

Ia mengingatkan para petinggi agama dalam forum tersebut agar menjadikan masalah global warming dan climate change sebagai isu yang harus diperhatikan secara serius oleh dunia global. Lebih lanjut, ia juga menekankan bahwa Muhammadiyyah sejak lama sudah concern terhadap dua isu tersebut dan terus mengajak seluruh elemen untuk sama sama bekerja agar bisa menyelesaikan dua masalah  tersebut. (septi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *