Sains dan Tekno

Abdul Mu’ti: Ilmu Pengetahuan dan Teknologi sebagai Sarana Penyempurna Ibadah

Yogyakarta, Suara ‘AisyiyahAda banyak hikmah yang terkandung dalam setiap ibadah. Di antara hikmah itu ialah bagaimana ibadah dijelaskan dengan kaca mata ilmu pengetahuan. Salah satu contohnya adalah ibadah-ibadah yang berkaitan dengan berpuasa.

Hal itu dijelaskan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti dalam acara Kolak yang disiarkan kanal YouTube @tvMu Channel, Kamis (9/4). Dalam acara yang mengangkat tema “Puasa dan Teknologi” itu, Mu’ti menjelaskan bahwa salah satu hikmah di balik ibadah puasa Ramadhan adalah pengetahuan tentang hilal.

Dijelaskan dalam al-Quran bahwa tanda datangnya bulan Ramadhan adalah hilal. Hilal merupakan penentu waktu waktu dalam beribadah, termasuk di dalamnya adalah beribadah puasa dan haji. Menurut Mu’ti, umat Islam perlu memahami bagaimana cara melihat hilal tersebut.

Di zaman Nabi Muhammad, ketika ilmu pengetahuan belum berkembang pesat, lanjutnya, Rasulullah dan para sahabat melihat hilal secara langsung pada tempat tertentu. Kesulitan melihat hilal secara langsung adalah jika langit tertutup oleh awan atau langit sedang gelap. Oleh karena itu, Rasulullah saw. memberikan dua opsi, yaitu dengan menyempurnakan hitungan bulan Sya’ban dan bulan Ramadan sehingga bilangannya menjadi 30 hari.

Baca Juga: Perempuan dalam Kemajuan Teknologi

Kata Mu’ti, keterbatasan manusia dalam melihat hilal, sebagaimana yang terjadi pada masa Nabi adalah karena belum dikuasainya teknologi dan ilmu pengetahuan. Akan tetapi, seiring berkembangnya zaman, akhirnya manusia menemukan metode hisab.

Hisab adalah metode penentuan awal bulan yang digunakan Muhammadiyah. Menurut Mu’ti, metode hisab sangat akurat karena didasari oleh pengetahuan tentang peredaran matahari, bulan, dan bumi. Dengan ilmu pengetahuan dan teknologi, manusia bisa memprediksi apa yang akan terjadi dan bagaimana sesuatu itu bisa terjadi.

Dari sinilah, lanjut Mu’ti, banyak hal terkait kesempurnaan ibadah yang sangat dipengaruhi oleh teknologi dan ilmu pengetahuan. Dengan teknologi dan ilmu pengetahuan, melihat hilal pun akan semakin mudah. Semakin canggih teknologi yang digunakan, maka semakin mudah pula manusia menentukan kapan dimulainya berpuasa, waktu imsakiyah, waktu salat, hingga arah kiblat.

Menurut Mu’ti, teknologi membuat manusia bisa beribadah dengan lebih baik. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh umat muslim agar senantiasa belajar dan menguasai teknologi. Selain itu, ia juga mengajak umat Islam menjadikan teknologi sebagai alat dalam menyempurnakan pelaksanaan ibadah, termasuk puasa di bulan suci Ramadhan. (maudy/sb)

Related posts
Berita

PDM Kota Palembang Gelar Upgrading Ibadah Mahdhah

Palembang, Suara ‘Aisyiyah – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Palembang menggelar Upgrading Pimpinan Persyarikatan, Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), dan Organisasi Otonom Muhammadiyah…
Berita

PDA Tuban Tegaskan Warga Aisyiyah Harus Beradaptasi dengan Perkembangan Teknologi

Tuban, Suara ‘Aisyiyah – Perwakilan dari Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) se-Kabupaten Tuban berbondong-bondong mendatangi Agro Wisata Kebun Blimbing yang terletak di Desa…
Kesehatan

Tips Puasa Ramadhan bagi Penderita Diabetes

Oleh: Anjar Nurrohmah* Puasa Ramadhan merupakan ibadah yang wajib dilakukan bagi orang-orang beriman. Bila tidak ada hambatan dari sisi fisik, tentunya setiap…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.