Berita

Abdul Mu’ti: Muhammadiyah Bersikap Loyal sekaligus Kritis terhadap Pemerintah

Sleman, Suara ‘AisyiyahSekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti mengatakan, Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang tidak baik-baik saja. Tidak hanya Indonesia, kondisi tersebut juga dialami oleh negara-negala lain. Hal itu merupakan dampak dari pandemi Covid-19.

Menurut Mu’ti, dampak yang bersifat global itu menunjukkan bahwa umat manusia hidup di tengah dunia yang terkoneksi dan saling bergantung satu sama lain. Oleh karenanya, yang harus dilakukan adalah saling kerja sama dan saling memperkuat satu sama lain. “Islam mengajarkan kita untuk berbagi suka dan duka, dan berbagi masa depan yang gemilang untuk semua,” ujarnya.

Berbagai persoalan yang ada, lebih khusus yang terjadi di Indonesia, merupakan dampak dari persoalan yang lebih substantif. Menurut Mu’ti, yang sedang kita saksikan sekarang adalah masalah yang ada di hilir. Sementara hulu masalahnya lebih kompleks, karena menyangkut kebijakan, persaingan bisnis, dan sebagainya.

Baca Juga: Muhammadiyah Menyemai Damai

Meski begitu, Mu’ti mengingatkan bahwa kita tidak bisa mengkapitalisasi persoalan yang ada tanpa melihat secara objektif pencapaian yang sudah diraih pemerintah. Menurutnya, jika Indonesia dilihat dari aspek kekurangannya saja, maka akan muncul sikap pesimis terhadap masa depan Indonesia. Begitupn sebaliknya, jika melihat sisi positifnya saja, maka yang terjadi adalah overconfidence. Padahal ada banyak persoalan yang ada.

“Sehingga karena itu, kita perlu melihat persoalan itu dengan outlook objektif, dengan outlook di mana kita melihat keberhasilannya tapi juga tidak menutupi kekurangannya. Keberhasilan yang sudah dicapai itu ditingkatkan, kemudian kekuarangan yang ada diperbaiki atau disempurnakan,” terang Mu’ti di forum Pak Sekum Menyapa yang digelar oleh Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Depok, Kabupaten Sleman secara daring pada Senin (7/3).

Melihat persoalan secara objektif itulah ciri gerakan Muhammadiyah. Muhammadiyah, kata Mu’ti, bukan gerakan yang korektif-reaktif atau gerakan yang hanya melihat sesuatu dari kekurangannya saja; memberi reaksi tanpa solusi dan jalan keluar. Sesuai khittah dan kepribadian Muhammadiyah, sikap Muhammadiyah terhadap pemerintahan adalah harmonis dan kritis.

“Karena itulah ciri dari masyarakat madani dan civil society. Komunitas yang loyal, tetapi juga tetap kritis,” terangnya. (sb)

Related posts
Liputan

Perluas Segmen Jamaah Pengajian untuk Menebar Kebermanfaatan Aisyiyah

Chalifah, Ketua Majelis Tabligh PP ‘Aisyiyah, mengakui tidak mudah merangkul semua segmen dalam satu pengajian. Oleh karena itu, ungkapnya saat diwawancara Suara…
Berita

Pembangunan Masjid Muhammadiyah di Aceh Dihentikan, Sekum PP Muhammadiyah Ikut Bersuara

Bireuen, Suara ‘Aisyiyah – Aparat gabungan dari Satpol PP. Sangso satu desa yang berada di Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen, Aceh, melakukan penghentian…
Berita

Eratkan Hubungan, Pimpinan Muhammadiyah Undang Sekretaris PCNU Kota Langsa Isi Kajian

Langsa, Suara ‘Aisyiyah – Sekretaris Pimpinan Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Kota Langsa Ismail Fahmi Arrauf mengisi kajian malam kamis di Mushalla Al-Amanah…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.