Berita

Abdul Mu’ti: Pandangan dan Sikap Politik Muhammadiyah Sudah Jelas

Doorstop Media Afiliasi Muhammadiyah

Jakarta, Suara ‘AisyiyahSenin (8/5), Jaringan Media Afiliasi Muhammadiyah mengadakan Doorstop Afiliasi dan Halal Bihalal Media dengan topik “Muhammadiyah dan Pemilu 2024”. Forum yang diselenggarakan secara virtual ini menghadirkan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti sebagai narasumber.

Sebagai pengantar, Mukhtarom menegaskan bahwa media afiliasi Muhammadiyah akan terus mengawal visi dan misi Muhammadiyah di ruang nyata dan virtual. Selanjutnya, Anggota Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PP Muhammadiyah itu berharap agar media afiliasi Muhammadiyah terus meningkatkan kualitasnya, baik dalam konteks tulisan maupun isu yang diangkat. “Tidak sekadar media hore-hore,” kata dia.

Dalam kesempatan tersebut, Abdul Mu’ti menyampaikan keputusan dan sikap organisasi menjelang Pemilu 2024. Keputusan dan sikap itu merupakan kesepakatan dalam forum Muktamar ke-48 Muhammadiyah di Surakarta, yakni isu reformasi sistem pemilu dan suksesi kepemimpinan 2024.

Pertama, reformasi sistem pemilu. Muhammadiyah menegaskan bahwa Pemilu 2024 adalah harga mati. Wacana tentang penundaan pemilu dan penambahan masa jabatan presiden, kata Mu’ti, adalah tidak sejalan dengan pandangan dan sikap politik Muhammadiyah.

Dalam hal ini, Muhammadiyah memandang sistem pemilu proporsional terbuka syarat dengan masalah, karena terbukti melahirkan oligarki yang mendarah daging. Dengan sistem ini pula kualitas anggota legislatif yang terpilih jauh dari harapan, baik soal kapasitas maupun integritas. Muhammadiyah kemudian mengusulkan diterapkannya sistem pemilu tertutup atau terbuka terbatas.

“Tentu saja semua sistem itu ada kelemahannya, tapi kepentingan Muhammadiyah adalah mengurangi money politic dan mengurangi polarisasi politik, serta adanya promosi dan tanggung jawab partai politik untuk mencalonkan kader-kader terbaiknya sebagai anggota legislatif,” tegas dia.

Baca Juga: Sikap Politik Muhammadiyah

Kedua, suksesi kepemimpinan 2024. Menurut Mu’ti, sikap politik Muhammadiyah tentang suksesi kepemimpinan sudah sangat jelas, yakni mengedepankan penyelenggaraan pemilu yang berkualitas. Rangkaian penyelenggaraan itu secara prosedural dapat dilihat dari 4 tahap penting, yaitu: pendataan pemilih, persiapan teknis, mekanisme penyelenggaraan, dan hasil pemilihan yang ideal.

Muhammadiyah, ungkap Mu’ti, “mendorong agar suksesi kepemimpinan itu memberikan ruang yang lebih luas bagi kader-kader terbaik bangsa untuk berkontestasi dalam Pemilu 2024”.

Atas nama PP Muhammadiyah, Mu’ti berharap jaringan media afiliasi Muhammadiyah ini punya tiga fungsi penting, yakni: (a) menjadi media edukasi yang mencerahkan dan mencerdaskan umat dan bangsa; (b) memberikan resonansi, yakni memperkuat apa yang sudah diputuskan oleh Muhammadiyah, dan; (c) menawarkan satu bentuk jaringan yang solid dan kokoh untuk memastikan bahwa Pemilu 2024 dengan seluruh rangkaiannya berlangsung secara berkualitas. (sb)

Related posts
Haji

Jalin Silaturahmi, PCIM Arab Saudi Gelar Temu Jemaah Haji Muhammadiyah

Jemaah haji diminta untuk menjaga diri baik jelang Armuzna maupun saat berlangsung puncak haji. Hal tersebut disampaikan oleh Anwar Abbas, Ketua PP…
Wawasan

Mengantisipasi Infiltrasi Salafi

Oleh: M. Husnaini* Pimpinan dan aktivis Muhammadiyah di banyak tempat kerap mengeluhkan fenomena masuknya Salafi ke lingkungan Muhammadiyah. Salafi memang diakui memiliki…
Politik dan Hukum

Momen Idulfitri: Merajut Kembali Ukhuwah Pasca Pemilu

Oleh: Andre Rosadi* Proses pencoblosan suara dalam pemilihan presiden (Pilpres) dan pemilihan anggota legislatif (Pileg) sudah usai pada 14 Februari lalu. Sebagai…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *