Abdul Mu’ti Sampaikan 2 Bekal untuk Menyambut Tahun Baru

Berita 27 Des 2021 2 67x

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah – Tahun 2021 akan segera berakhir. Momen menuju pergantian tahun ini merupakan waktu yang tepat untuk merefleksikan diri atau bermuhasabah dan mengambil hikmah dari apa yang telah terjadi untuk dijadikan pelajaran ke depannya nanti.

Dalam rangka menjemput pergantian tahun, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Depok, Kabupaten Sleman mengadakan kajian Ahad pagi (26/12) yang yang bertemakan “Refleksi Akhir Tahun 2021 dan Resolusi Tahun 2022“ bersama Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu’ti.

Di awal penyampaiannya, Mu’ti mengungkapkan pentingnya refleksi sebagai sarana muhasabah diri. Menurutnya, orang cerdas bukanlah orang yang tidak pernah berbuat kesalahan, namun orang yang dapat mengambil pelajaran dari kesalahan yang telah diperbuat di masa lalu.

“Orang yang hebat itu bukan orang yang tidak pernah salah, tetapi orang yang mengakui kesalahannya dan berusaha untuk menjadi lebih dengan belajar dari kesalahannya itu,” ujarnya.

Baca Juga: Abdul Mu’ti: Muhammadiyah Harus Melihat Masa Lalu untuk Merancang Masa Depan

Usai melakukan muhasabah diri, tentunya butuh resolusi untuk di masa depan. Menurut Mu’ti, ada dua bekal yang harus disiapkan seorang muslim dalam menyambut datangnya tahun baru ini. Yang pertama adalah bekal iman, sebab imam merupakan fondasi dasar untuk menjadi pribadi yang bertakwa. Di dalam al-Quran sendiri terdapat 3 (tiga) ayat di mana kata “taqwa” diulang dalam satu ayat sama, yaitu pada Q.S. an-Nisa: 1, Q.S. ali-Imran: 102, dan al-Hasyr: 18.

“Kalau ada kata taqwa yang diulang sampai dua kali, maka pengulangan itu dalam ilmu bahasa dan tafsir menunjukan betapa pentingnya pesan yang ada pada ayat tersebut,” ujarnya menjelaskan.

Kemudian, bekal yang selanjutnya yaitu bekal ilmu. Perkembangan ilmu pengetahun dan teknologi saat ini dapat berguna untuk memprediksi mengenai apa yang akan terjadi di masa depan. Dengan mempunyai bekal ilmu yang cukup, kita dapat merancang strategi dakwah Muhammadiyah ke depannya pasca pandemi Covid-19. Ke depannya, situasi dan tantangan dakwah yang dihadapi akan lebih kompleks.

Di akhir, ia mengingatkan waktu bakal terus berlalu, hidup manusia dibatasi oleh waktu dan akan menemui ajalnya. Karenanya, dalam menyambut datangnya tahun 2022 nanti semua orang harus lebih berhati-hati dan mawas diri. Abdul Mu’ti juga mengajak di penghujung tahun 2021 ini untuk melakukan refleksi diri bukan untuk disesali namun sebagai bentuk instropeksi diri. (miqdad)

2 thoughts on “Abdul Mu’ti Sampaikan 2 Bekal untuk Menyambut Tahun Baru”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *