Berita

Abdul Mu’ti: Teknologi Membuat Manusia Mengalami Proses Individuasi

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah – Dalam rangka Milad ke-61, Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta menyelenggarakan pengajian bertema “Transformasi Teknologi untuk Ketahanan Ekonomi menuju Pembangunan yang Berkelanjutan”. Pengajian ini diisi oleh Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti.

Sebagai pengantar, dalam sambutannya Rektor UAD Muchlas mengatakan bahwa selama 61 tahun UAD telah mengalami banyak dinamika, terutama dinamika internal. UAD, katanya, berusaha terus melakukan penyesuaian dan pengembangan visi dan misi.

“Kita ingin menjadi universitas yang unggul dan inovatif, yang mengabdi kepada bangsa dan negara, dan bahkan umat manusia dan kemanusiaan universal berlandaskan nilai-nilai keislaman,” terang Muchlas.

Dari visi itu, ia melanjutkan, UAD akan bisa melahirkan atau memperoleh core values baru, yakni nilai-nilai keunggulan kompetensi, sinergi dengan semangat guyup rukun, dan keikhlasan.

Baca Juga: Teknologi Netral Gender: Membantah Mitos Teknologi sebagai Dunia Laki-laki

Selanjutnya, atas nama PP Muhammadiyah, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti menyampaikan selamat milad ke-61 kepada UAD. Ia berhadap UAD dapat “menjadi perguruan tinggi yang unggul, yang inovatif, dan terus memiliki kontribusi dan sumbangan besar dalam mencerdaskan umat dan mencerdaskan bangsa”.

Merujuk pada apa yang disampaikan Yuval Noah Harari dalam bukunya Twenty One Lessons for the 21st Century, Mu’ti menyebut bahwa ke depan teknologi akan bergerak secara cepat. Pergerakan itu tidak sekadar sebuah transformasi, tetapi juga berupa revolusi.

Pergerakan itu kian cepat terjadi seiring datangnya pandemi Covid-19, di mana hampir semua aktivitas dipaksa untuk dilakukan secara online. “Teknologi itu memang telah menjadi bagian dari kehidupan umat manusia dan banyak mengubah aspek dalam hidup manusia, termasuk yang berkaitan dengan agama,” ujar Mu’ti pada Rabu (1/12).

Teknologi, lanjutnya, memang menjadi penentu banyak hal. Dalam konteks pendidikan, misalnya, teknologi berperan penting dalam proses pembelajaran. “Sekarang semua hal terkoneksi dalam dunia maya yang nyata. Virtual, but real,” imbuhnya.

Mu’ti mengatakan, dengan teknologi orang akan mengalami proses individuasi, bukan dalam makna indivualistis, tapi segalanya menjadi serba privat. Sederhananya, setiap individu (ingin) mendapatkan pelayanan seperti kecenderungannya masing-masing. Semakin individual, tetapi tidak individualistis. (sb)

Related posts
Pendidikan

Pemanfaatan Teknologi dalam Pembelajaran

Oleh: Muhammad Ragil Kurniawan* Kemajuan teknologi selalu hadir dengan wajah ganda, membawa manfaat sekaligus mudarat. Kemajuan teknologi membawa dampak positif pada kerja…
Berita

Mahasiswa FH UAD Sukses Jadi Duta Peradilan Indonesia Tahun 2022

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah – Danang Rizky Fadilla Amanta, mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) angkatan 2019, sukses menyabet gelar Duta…
Berita

Songsong Muktamar Ke-48, Muhammadiyah Gelar Jambore Media Afiliasi

Surakarta, Suara ‘Aisyiyah – Jambore Media Afilias Muhammadiyah resmi dibuka. Mengusung tema “Songsong Muktamar Muhammadiyah Ke-48, Mengawal Dakwah Berkemajuan dan Mencerahkan”, jambore…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *