Adakan Pengajian Rutin, Majelis Tabligh PWA Aceh Angkat Tema Fiqh Ramadhan

Berita 8 Mar 2021 0 90x

Aceh, Suara ‘Aisyiyah – Dalam Menyambut Bulan Suci Ramadhan 1442 H, Majelis Tabligh PWA Aceh dalam kegiatan pengajian rutin pekanan pada Jumat (6/3) mengangkat pembahasan mengenai Fiqh Ramadhan yang berlokasikan di Masjid Taqwa Jln. Moh. Djam Desa Merduati.

Turut mengundang Prof. Alyasa Abubakar, Lc,. M.A. sebagai narasumber dalam pengajian tersebut.   Kegiatan ini digelar dalam bentuk offline (tatap muka) dan juga online (zoom meeting). Online disini dimaksudkan agar ilmu yang disampaikan dapat diberikan kepada pengurus dan masyarakat lainnnya yang tidak berkesempatan hadir ke lokasi terselenggaranya acara.

Dalam penyampaiannnya, Alyasa Abubakar menjelaskan bahwa, sholat sunnnah apapun itu dalam bulan Ramadhan sangat besar pahalanya, namun ada satu sholat sunnah yang begitu banyak pahala dan manfaatnya, yatu sholat sunnah malam atau Qiyyamul Lail.

Alyasa juga menjelaskan bahwa disamping do’a yang dipanjatkan pada saat itu bisa langsung diijabah oleh Allah SWT, pada sholat malam ini juga mampu membuat kita lebih produktif dalam mengelola waktu untuk banyak-banyak membaca Alqur’an dan mentaburinya.

“Sholat malam ini dikerjakan tidak harus setelah melaksanakan tidur malam, namun bisa didirikan setelah kita menunaikan sholat Isya, jika memang dikhawatirkan tidak bisa bangun pada dini hari, dan jumlah raka’atnya tidak ada batasan, bisa 2 raka’at, 4 raka’at maupun lebih,” ungkap Alyasa.

Ibadah sunnah lainnya yang wajib kita tunaikan adalah dengan banyak-banyak bersedekah kepada fakir miskin, yatim, dan juga dhuafa. Tujuannya agar kita dapat berbagi kenikmatan serta indahnya beribadah puasa di bulan Ramadhan kepada mereka.

Pada sesi diskusi terdapat pertanyaan mengenai kadar pahala dengan kita bersedekah dengan yang sedikit dan dengan jumlah yang banyak yang diajukan oleh peserta. Alyasa menjawab bahwa Allah tidak melihat sedikit atau kecil maupun banyak ataupun besar harta yang kita sedekahkan, namun Allah melihat dan membalas sedekah itu dari keikhlasan kita saat memberi atau mengeluarkannya.

Kontributor: Silfia Meri Wulandari, S.KM,. M.PH (Wa.Sekretaris Majelis Tabligh PW ‘Aisyiyah Aceh)

Tinggalkan Balasan