Berita

Adakan Rakor, MPID PDM Surabaya Akan Perkuat Dakwah Digital

MPID PDM Surabaya

Surabaya, Suara ‘AisyiyahMajelis Pustaka Informatika dan Digitalisasi (MPID) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) dengan tema “Dakwah Digital antara Tantangan dan Harapan”. Rakor berlangsung di Aula Buya Hamka SMK Muhammadiyah 1 jalan Kapasan nomor 73-75 Surabaya, Ahad (17/9).

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua MPID PWM Jawa Timur Aribowo, Bendahara PDM Surabaya Musa Abdullah, Wakil PDM Surabaya Suhadi, perwakilan Majelis dan Lembaga PDM Surabaya, serta perwakilan MPID PCM se-Kota Surabaya.

Dalam sambutannya, Ketua MPID PDM Kota Surabaya, Andi Hariyadi menyampaikan bahwasanya Muhamadiyah diharapkan bisa mengisi atau berpartisipasi dalam kegiatan dakwah, khususnya terkait program-program digital.

“Rapat koordinasi kali ini diharapkan bisa saling bersinergi dalam dakwah di bidang media sosial maupun digital, di mana dalam program ke depannya untuk bisa mengisi dan memanfaatkan media sosial,” terangnya.

Lanjut Andi, terkait dengan dakwah digital, pihak MPID PDM Surabaya bagaimana untuk selalu berupaya memanfaatkan media yang ada, belajar mengisi konten-kontennya untuk promosi misalnya di KBIHUMu, Lazismu, dan lain sebagainya.

“Untuk itulah pihak MPID akan berupaya untuk berpartisipasi terhadap dunia digital dengan melibatkan anak-anak muda supaya bisa lebih cepat,” tuturnya.

Baca Juga: Peran Dakwah Aisyiyah di Era Digital

Sementara itu, Wakil PDM Surabaya Suhadi mengapresiasi dan bangga terhadap MPID yang telah melaksanakan rakor bersinergi dengan majelis dan lembaga terkait supaya bisa lebih efektif dan berbobot.

“Kami berharap MPID bisa hidup kembali dalam dakwah digitalnya, buletin perlu juga dijalankan kembali setelah lama berhenti karena pandemi disebarkan ke amal usaha-amal usaha Muhammadiyah dengan materi yang berbobot dan diminati oleh para pembaca sesuai dengan perkembangan zaman,” tuturnya.

Lanjut Suhadi, di setiap kegiatan harus mempunyai dua nilai yakni nilai dakwah Islam berkemajuan dan nilai publikasi. “Supaya dakwah kita bisa dijangkau dan dibaca oleh seluruh lapisan masyarakat perlu dengan memviralkan lewat digital, kedepannya harus ada tim untuk memviralkan,” ujarnya.

“Terakhir, hendaknya kita menjadi kader terdepan, harus berada paling depan untuk menggerakkan kebaikan, atau setidaknya menjadi yang tengah-tengah yakni aktif, bagus, tidak bermasalah, dan jangan menjadi yang terjelek untuk mendzolimi dirinya sendiri,” imbuh Suhadi.

Dalam materinya, Ketua MPID PWM Jatim Aribowo mengulas pola kehidupan manusia yang semakin tergantung dari internet dan digital mulai dari kehidupan sehari-hari, sistem kerja, perkantoran, organisasi, pendidikan, pasar bisnis, politik, dan lain sebagainya.

“Sistem informasi manajemen bisa ringan, sewaktu-waktu digunakan, memudahkan sistem kerja dengan menggunakan hp atau mobil, mudah mengontrol, terukur, dan menjadi basis data yang lengkap, akurat, juga komprehensif,” terangnya.

“Apalagi dengan menggunakan AI atau Artificial Intelelligence, diduga AI tersebut bisa mengalahkan dokter spesialis, akuntan, dosen, dan lain sebagainya,” imbuhnya. (Yuda)-sb

Related posts
Muda

Dakwah Digital dan Content Creator, Bagaimana Anak Muda Mengubah Konten Keislaman?

Oleh: Machendra Setyo Atmaja Kaum muda muslim bergerak cepat merintis format baru dakwah digital melalui platform berupa blog, kanal YouTube, hingga Instagram….
Berita

Ismail Fahmi Ajak Tokoh dan Kader Muhammadiyah Lebih Aktif di Media Sosial

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah – Founder Drone Emprit Ismail Fahmi mengatakan bahwa Muhammadiyah perlu terjun lebih aktif di media sosial. Tujuannya adalah untuk…
Wawasan

Peran Dakwah Aisyiyah di Era Digital

Oleh: Noor Aliyah Tak dapat dimungkiri bahwa dunia semakin maju dan zaman terus berubah. Sebagai seorang muslim, kita tahu bahwa estafet dakwah…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *