Berita

Agus Purwanto: Peristiwa Isra Mi’raj Melampaui Logika Sains

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah Dalam rangka memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad saw., Lembaga Pengembangan Studi Islam (LPSI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengadakan seminar dengan mengundang Agus Purwanto sebagai pembicara. Dalam kesempatan tersebut, Agus menyampaikan peristiwa isra mi’raj secara saintis.

Agus menjelaskan bahwa isra’ merupakan perjalanan Nabi Muhammad dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, sedangkan mi’raj adalah perjalanan Nabi saw. ke sidratul muntaha yang berada di langit ketujuh. Perjalanan tersebut, ternagnya, dilakukan dalam sepenggal malam.

Jika dilakukan perhitungan, perjalanan isra’ adalah perjalanan horizontal Nabi yang berjarak 1.250 kilometer. Dengan logika zaman pada waktu itu, perjalanan yang ditempuh Nabi tentu tidak mungkin. Apalagi mengenai perjalanan mi’raj Nabi.

Agus menjelaskan, jika dilihat dari perspektif sains, kecepatan cahaya menurut fisika adalah 300.000 kilometer per detik. Lalu usia jagad raya kita ini adalah 13,7 miliar tahun. Cahaya merupakan kecepatan tertinggi. Jika cahaya selalu bergerak lurus secara terus menerus, maka jarak yang ditempuh oleh cahaya itu sama dengan kecepatan cahaya (300.000 kilometer per detik) dikali waktu (13, 7 miliar) tahun.

Baca Juga: Ibrah Peristiwa Isra’ Mi’raj bagi Umat Islam

Menggunakan logika sains, Nabi Muhammad melakukan perjalanan dengan buraq dengan kecepatan cahaya. Adapun jarak yang ditempuh oleh Rasulullah sejauh 4.320.000.000 kilometer. Perjalanan tersebut ditempuh dalam waktu kurang lebih 4 jam (sepenggal malam).

Dengan menggunakan logika tersebut, menurut Agus, peristiwa isra mi’raj Nabi Muhammad jelas tidak dapat dijelaskan, termasuk dengan teori Einstein. “Peristiwa isra’ mi’raj tidak dapat dijelaskan dengan teori Einstein yang sederhana, yaitu dengan kecepatan cahaya atau teori relativitas khusus, karena dengan penjelasan itu maka Rasulullah saw. itu tidak pergi kemana-mana dan belum keluar dari sistem tata surya kita,” terangnya, Sabtu (26/2).

Lebih lanjut, menurut Agus, penjelasan yang masih mungkin adalah Nabi Muhammad menembus ruang waktu dimensi yang lebih tinggi, yakni metafisik. Hal ini menunjukkan bahwa peristiwa isra’ mi’raj adalah mukjizat Nabi Muhammad saw. (husein/sb)

Related posts
Berita

Peringati Isra Mi’raj dan Milad Aisyiyah, Masjid Albiru Batealit Jepara Gelar Pengajian

Jepara, Suara ‘Aisyiyah – Masjid Al Birru yang didirikan oleh Arifin Asydhad, putra dari tokoh Muhammadiyah Batealit yaitu Ahmad Chairi tepat setahun…
Berita

Memperingati Isra dan Mi'raj, PWA Aceh Gelar Pengajian Bersama

Aceh, Suara ‘Aisyiyah – Bertepatan dengan moment Isra Mi’raj, PWA Aceh mengadakan pengajian rutin dengan mengusung tema “Memahami Isra’ Mi’raj di Era…
Kalam

Memahami Isra Mi'raj dalam Konteks Kekinian (Perintah Salat, Perjalanan Suci, dan Amar Ma`ruf Nahi Munkar)

Oleh : Dr. H. Andy Dermawan (Divisi Diklat Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah &  Dosen Tetap UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta) Terjemah al-Quran…

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.