Ahli Vulkanologi: Letusan Gunung Berapi Tidak Dapat Diprediksi

Berita 10 Des 2021 0 64x

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah – Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) PP Muhammadiyah mengadakan diskusi daring “Mengungkap Awan Panas Semeru yang Terjadi Tanpa Tanda-Tanda”, Kamis (9/12). Diskusi tersebut menghadirkan narasumber Surono (Mbah Rono) selaku Ahli Vulkanologi.

Dalam diskusi tersebut, Surono mengungkapkan bahwa Gunung Semeru mengalami erupsi setiap hari ketika berada dalam status waspada. Beberapa aktivitas vulkanik yang terjadi seperti gempa bumi, deformasi, dan terjadi letusan.

“Perlu diingat bahwa warning gunung api itu bukan untuk meramalkan kapan terjadi letusan dan berapa besar letusannya, tetapi adalah hak gunung api untuk menyandang gelar aktivitas itu dan hak masyarakat untuk mengetahui harus berbuat apa jika aktivitasnya seperti itu,” ucap Surono.

Baca Juga: Bagaimana Menyikapi Takdir Terkait Bencana?

Menurutnya, Semeru membuat letusan efusif, di samping eksklusif, yang materialnya jatuh di sekitar puncak sehingga akan membangun kubah lava dan lidah lava. Lebih lanjut, ia mengatakan, “kita harus bisa membedakan penyebab ancaman bahaya ini agar kita bisa mengantisipasi. Karena letusan Semeru harus menjadi tuntunan agar kelak kemudian hari bisa terhindar”.

Selain itu, Surono menjelaskan bahwa masih banyak masyarakat yang bertempat tinggal di kawasan rawan bencana yang berpotensi terlanda awan panas guguran. Ini bukan menjadi ajang mana yang salah dan benar, tetapi untuk mencari solusi agar masyarakat di sekitar Semeru bisa harmoni hidupnya dengan sendirinya. “Memang sangat sulit untuk dipindahkan, daerahnya subur, ada tambang emas hitam, air melimpah, indah, tetapi bahaya,” tegas Surono. (silvi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *