Ai Fatimah Fuad: ‘Aisyiyah harus Kuatkan Nilai-Nilai Wasathiyah di Tengah Badai Ekstremisme

Berita 24 Apr 2021 0 46x
Berita 'Aisyiyah

Ai Fatimah Fuad dalam Pengajian Ramadhan Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah – “Ekstremisme merupakan tantangan global yang mendorong atau membawa sesuatu dari tengah ke posisi yang lebih tinggi. Hal ini tentu akan menimbulkan berbagai macam bentuk ketidakadilan,” jelas Ai Fatimah Fuad selaku aktivis ‘Aisyiyah dalam Pengajian Ramadhan 1442 H Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah pada Sabtu (24/4).

Menurutnya, ekstremisme merupakan kebalikan dari wasathiyah yang mengandung dimensi keadilan, menghargai perbedaan, menghilangkan kesulitan, dan juga mengajak sesuatu ke posisi yang tengah atau adil. Dalam sejarah Islam, ekstremisme terbagi menjadi ke dalam ideological extremism, political extremism, dan practical extremism. “Jadi sebenarnya ekstremisme itu sudah ada sejak zaman dulu,” ungkapnya.

Ai melanjutkan bahwa saat ini sudah seharusnya umat Islam bersama-sama berusaha mengokohkan kembali nilai-nilai kemajuan dan melihat relevansi wasathiyah dalam Islam, karena merupakan nilai yang sangat kuat. Melalui gerakan dakwah, ‘Aisyiyah juga dapat merespon isu-isu global yang sangat beragam. Dengan strategi dakwah yang bersifat substantif atau tidak simbolik, ‘Aisyiyah dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai hakikat dan makna kebaikan bersama.

Baca Juga

Salmah Orbayinah: Pengajian Ramadhan sebagai Momen Peneguhan Ideologi dan Penajaman Aktualisasi Gerakan Praksis ‘Aisyiyah

“Dalam hal ini, ‘Aisyiyah tentu dapat menjadi gerakan dakwah alternatif yang moderat atau tidak ekstrem di antara berbagai kecenderungan pemikiran atau gerakan yang ada, ” jelas Ai.

Sebagai gerakan dakwah, selama ini ‘Aisyiyah memiliki track record pengalaman sekaligus kapasitas internal yang kuat. Hal ini tentu dapat menjadi bahan bakar yang kuat untuk ‘Aisyiyah dalam melakukan berbagai perubahan di masyarakat dalam bingkai wasathiyah yang berkemajuan.

“Kita dapat melakukan dakwah berjangka panjang, melalui narasi di media massa ataupun menulis artikel. Dalam hal ini tentu harus penuh dengan kesiapan bukan semata-mata hanya dengan sikap emosional belaka. Banyak hal yang masih perlu kita lakukan sebagai gerakan perempuan yang bertujuan melahirkan banyak kemashalatan untuk kemajuan,” ucap Ai Fatimah. (Tami)

Tinggalkan Balasan