Aisyiyah Perlu Memasifkan Agenda Internasionalisasi

Berita 16 Nov 2021 1 53x

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah – Dalam forum webinar bertema “Moderasi Indonesia untuk Dunia: Peran Strategis Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah dalam Mendukung Kepemimpinan Indonesia di Tingkat Global”, Duta Besar Republik Indonesia untuk Lebanon, Hajriyanto Y. Thohari mengatakan bahwa dalam forum Group of 20 (G20) tahun 2022, Indonesia perlu terus menyuarakan pentingnya peningkatan kesetaraan dan persamaan perempuan di dunia.

Ia mengungkapkan, Indonesia perlu menekankan pada urgensi perlindungan dan mendorong perlindungan HAM (Hak Asasi Manusia) bagi perempuan, pemberdayaan, dan otonomi perempuan serta peningkatan status politik ekonomi dan kesehatan untuk mencapai pembangunan yang berkelanjutan. Pada waktu bersamaan, penting juga untuk menekankan upaya meminimalisir kekerasan berbasis gender dan diskriminasi terhadap perempuan.

Menurut Hajriyanto, perempuan di dunia muslim harus menjadi perhatian bersama. Hal ini karena di beberapa negara muslim, perempuan masih menduduki posisi yang kurang menggembirakan dan masih banyak doktrin-doktrin keagamaan yang mendiskreditkan peran perempuan.

Baca Juga: Noordjannah Tegaskan Aisyiyah Organisasi Perempuan Muslim yang Progresif dan Mandiri

Di dunia Islam dan tingkat internasional, Hajriyanto menyampaikan bahwa persoalan perempuan masih sering menjadi perdebatan, apalagi jika diletakkan dalam konteks Islam dan Barat. Oleh karenanya, dalam hal ini perlu ada perhatian besar, terutama oleh gerakan-gerakan perempuan di dunia Islam. Dalam konteks itulah agenda internasionalisasi ‘Aisyiyah menjadi penting untuk dilakukan.

Lebih lanjut, Hajriyanto menambahkan, dalam agenda peningkatan pengembangan sains dan teknologi, ‘Aisyiyah sebenarnya dapat melakukannya dengan mudah. Upaya pengembangan itu perlu dikomunikasikan dengan banyak pihak.

Mengenai internasionalisasi ‘Aisyiyah, Hajriyanto mengungkapkan bahwa ‘Aisyiyah perlu melakukan koordinasi dan kerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan di tingkat nasional dan global. Dalam hal ini, menurutnya, ‘Aisyiyah dapat mulai mengagendakan kunjungan serta pertemuan dengan gerakan perempuan di seluruh dunia, terutama diawali dari lingkaran OKI (Organisasi Kerja sama Islam). (silvi)

One thought on “Aisyiyah Perlu Memasifkan Agenda Internasionalisasi”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *