Berita

Ajukan 7 Poin Tuntutan untuk Muktamar, IMM DIY: Kontribusi Memajukan IMM

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah – Kemarin (28/2), Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) DIY selenggarakan diskusi gagasan untuk muktamar IMM ke-XX di Palembang bersama cabang IMM se-DIY. Agenda ini ajukan tujuh poin tuntutan yang dianggap krusial untuk disampaikan dalam Muktamar IMM ke-20 yang akan datang.

Baca Juga: Mengurangi Insecure: Agar Nyaman dengan Diri Sendiri

Berikut adalah rangkuman dari tujuh poin tuntutan yang disampaikan:

  1. Suluh Persatuan: DPD IMM DIY menekankan pentingnya menjadi penjaga persatuan di tengah dinamika sosial-politik yang seringkali memicu polarisasi dan konflik di masyarakat.
  2. Kompas Moral Kehidupan Bangsa: IMM harus bertekad untuk menyebarkan pesan perdamaian, persatuan, dan toleransi sebagai landasan moralitas dalam kehidupan bermasyarakat.
  3. Kolaborasi dan Elaborasi: IMM harus berusaha memperkuat kolaborasi antar anggota dan mengembangkan program-program yang memberi dampak positif bagi masyarakat melalui jejaring yang luas di berbagai perguruan tinggi.
  4. Kemandirian dan Independensi Organisasi: DPD IMM DIY menegaskan pentingnya menjaga kemandirian organisasi untuk menjalankan misi dan visi IMM secara efektif.
  5. Keterlibatan Politik dan Agenda Persatuan: IMM harus berkomitmen untuk tetap menjunjung tinggi agenda persatuan dan kebangsaan dalam keterlibatannya dalam politik, menjauhkan diri dari politisasi yang merugikan kesatuan bangsa.
  6. Perkuat Gerakan Berbasis Kerakyatan: IMM diharapkan dapat memperkuat gerakan berbasis kerakyatan yang memberdayakan masyarakat sebagai motor perubahan yang signifikan.
  7. Keadaban dalam Berbangsa dan Bernegara: IMM harus menjalankan perannya dengan keadaban, tetap berpegang pada nilai-nilai kemanusiaan dan kebangsaan dalam setiap langkahnya.

Muhammad Taufiq Firdaus selaku Ketua DPD IMM DIY menyampaikan bahwa tujuh poin ini adalah komitmen IMM DIY agar muktamar penuh sesak dengan nafas intelektual.

“Muktamar sebagai agenda paripurna Ikatan, harus disesaki oleh nafas intelektual. Tanpa itu, Muktamar hanya seremonial dan riak-riak hampa semata. 7 poin ini diharapkan membawa muktamar dalam menghasilkan keputusan yang tepat, langkah strategis dalam menapaki masa depan IMM, dan melahirkan pemimpin yang mampu mengejewantahkan narasi besar Muktamar dalam bentuk kebijkan dan program strategis” ujarnya. (Amin Aziz/Landung)

 

Related posts
Berita

Korkom IMM UMY Gelar Silaturahmi dengan Korkom Se-DIY untuk Bahas Problematika IMM Saat Ini

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah – Koordinasi Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (Korkom IMM UMY) menggelar acara silaturahmi bersama Korkom se-DIY dengan…
Berita

Muarif Dorong Kader IMM Temukan Makna Baru Kehadiran IMM di Era Disrupsi

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah – Sejarawan Muhammadiyah, Muarif, mengajak kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) untuk membaca apa yang tetap dan berubah dalam dinamika…
Berita

Milad IMM Ke-59 Tahun, IMM DIY Adakan Buka Bersama dan Refleksi Milad

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah – Dalam rangka memperingati Milad IMM ke-59 tahun, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IMM DIY mengadakan Buka Bersama dan Refleksi…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *