Alumni UMY Populerkan Kerawang Gayo, Kini Jadi Koleksi Museum Seni Oriental Moskow Rusia

Berita 5 Jan 2022 0 96x

Takengon, Suara ‘Aisyiyah – Memasuki tahun baru 2022, sebuah berita baik datang dari bidang seni dan budaya Indonesia, di mana salah satu kekayaan pakaian tradisi khas Kerawang Gayo dari Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh, resmi menjadi koleksi Museum Seni Oriental Negara (The State Museum of Oriental Arts) Moskow, Rusia.

Kerawang Gayo adalah pakaian tradisi, adat, sekaligus pakaian kebesaran dan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan seni dan budaya masyarakat di Dataran Tinggi Gayo yang telah mendapatkan Warisan Budaya Takbenda (WBTB) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pada tahun 2015.

Kain khas masyarakat dari daerah penghasil kopi terbaik dunia ini resmi menjadi koleksi Museum Seni Oriental Negara (The State Museum of Oriental Arts) Moskow, Rusia berdasarkan surat resmi dari petinggi museum dimaksud yang tujukan khusus kepada Salman Yoga S.

Hal tersebut disampaikan oleh seniman dan budayawan Indonesia Salman Yoga S sendiri selaku kontributor dua kostum Kerawang Gayo setelah ia menerima surat resmi dari pejabat tinggi Museum Seni Oriental Negara pada akhir bulan Desember 2021 yang lalu.

Baca Juga: Muhammadiyah Tidak Anti Budaya

Salman yang juga akademisi ini menuturkan, kerawang Gayo yang menjadi koleksi dari Museum Seni Oriental Negara di Moskow itu diawali dari jalinan persahabatannya dengan seorang seniman juga akademisi, penulis sastra, peneliti timur jauh, dan International Reviewer of Humanities Studies asal Rusia Victor Vogadaev.

Alumni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) ini menyebutkan surat resmi ia terima. Surat tersebut bernomor: 1109/ 1-29 yang ditandatangani langsung oleh Professor A. Sedov selaku Direktur Umum.

Dalam surat satu halaman tersebut disampaikan ucapan terima kasih yang tulus kepada Salman Yoga S selaku kontributor atas dua lembar Kerawang Gayo yang sangat membantu dalam memperkaya dan mengembangkan koleksi Museum Seni Oriental Negara  dan telah berkontribusi dalam penguatan budaya antar dua negara.

Kerawang Gayo memiliki variasi dan berbagai ragam motif yang direfleksikan dari kehidupan dan alam, diaktualisasikan melalui berbagai media, baik kain, papan, juga dalam bentuk gerabah. Berdasarkan hasil penelitian Balai Arkeologi (Balar) Sumut, reliefnya juga kompleks yang diketahui bahwa tembikar yang ditemukan di Gayo usianya sudah sangat tua dengan slip dan lapisan black waer dan red slip yang sangat kaya dan berbeda dengan gerabah di negera-negara lain di dunia. (Agusnaidi B/Sb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *