Amal Sosial di Cabang dan Ranting: Menggerakkan dan Memberdayakan

Liputan 5 Jun 2020 0 49x

Wujud komitmen ‘Aisyiyah dalam menyelesaikan problem yang dihadapi masyarakat dan membawanya ke arah yang lebih baik, dilakukan melalui program yang menyentuh langsung masyarakat akar rumput. Tidak heran jika kemudian ujung tombak gerakan ‘Aisyiyah terletak di tingkat Cabang dan Ranting. Hal tersebut juga sejalan dengan mandat agenda strategis yang termuat dalam Pokok Pikiran ‘Aisyiyah Abad Kedua, yaitu reaktualisasi gerakan praksis.

Menurut Ketua PP ‘Aisyiyah Shoimah Kastolani, ‘Aisyiyah tidak sekadar menggerakkan massa di tingkat akar rumput. Komunitas, menurutnya, juga mencakup makna menggerakkan kelompok termarginalkan, kelompok urban, dan sebagainya. Penerima manfaat yang dituju oleh ‘Aisyiyah bukan hanya warga ‘Aisyiyah, tegas Shoimah, melainkan masyarakat luas sebagai wujud implementasi nilai Islam Rahmatan Lil ‘Alamin atau menjadi rahmat bagi semesta alam.

Pada momentum Tanwir II, terang Shoimah, ‘Aisyiyah ingin memperteguh gerakan di komunitas melalui gerakan yang disebut sebagai Panca Amal Sosial. ‘Aisyiyah, tambah Shoimah, sejak awal berdiri telah memiliki kepedulian sosial, dan gerakan tersebut perlu diteguhkan untuk menghadapi tantangan zaman yang kian kompleks. “Sebenarnya sudah ada di masa lalu, namun perlu diinovasi,” ujar Shoimah.

Sesuai dengan namanya, terdapat lima gerakan dalam Panca Amal Sosial. Pertama, gerakan perempuan mengaji. Kedua, ta’awun sosial. Ketiga, pemberdayaan kesehatan dan ekonomi. Keempat, damai bersama. Kelima, perawatan jenazah. Lima gerakan tersebut merupakan manifestasi dari kepedulian ‘Aisyiyah dalam mencerahkan kehidupan masyarakat. “Sudah mewakili aspek kehidupan beragama, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” jelas Shoimah.

Gerakan perempuan mengaji, misalnya, di tengah marak-nya orang mengaji di media sosial dan sebagainya, ‘Aisyiyah menawarkan alternatif supaya orang kembali tertarik datang ke pengajian tatap muka. Sekretaris PP ‘Aisyiyah, Tri Hastuti, membenarkan bahwa saat ini sudah berkembang pengajian-pengajian di akar rumput, termasuk yang dilakukan oleh pimpinan ‘Aisyiyah. Namun melalui Panca Amal, ungkapnya, gerakan-gerakan tersebut perlu lebih di-massif-kan dengan menggunakan metode dan konten atau materi yang lebih dapat menarik jamaah pengajian.

Menurut Tri, upaya tersebut bertujuan untuk memperkuat posisi ‘Aisyiyah sebagai gerakan Islam Berkemajuan. Apalagi, di antara karakter ‘Aisyiyah adalah sebagai gerakan perempuan Muslim Berkemajuan, gerakan berbasis pada komunitas, gerakan praksis melalui amal usaha, serta mempunyai wawasan kebangsaan dan kemanusiaan universal.

Melalui Panca Amal Sosial yang telah diputuskan dalam Tanwir, ‘Aisyiyah ingin menggerakkan dan memberdayakan kelompok kecil-menengah dan kelompok yang termarginalkan. Hal ini dite-gaskan oleh Tri Hastuti, bahwa ketika berbicara tentang isu pemberdayaan, basisnya memang ada di komunitas. ‘Aisyiyah melalui Panca Amal berusaha memberikan wadah bagi penyelesai-an problem-problem masyarakat dalam aspek keagamaan, kemasyarakatan, dan kebangsaan.

Tidak dapat dimungkiri, bahwa problem yang dihadapi oleh masyarakat berbeda satu sama lain. Konteks ekonomi, sosial budaya, dan paham keagamaan turut mempengaruhi kompleksitas masalah. Dengan demikian, Papar Tri, implementasi dan strategi gerakan di masing-masing basis komunitas dapat berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Tri Hastuti juga mengi-ngatkan  tentang perlunya Pimpinan Cabang dan Ranting melakukan pemetaan masalah dan me-nganalisisnya secara kritis terlebih dahulu. (SB)

Tulisan ini pernah dipublikasikan pada Rubrik Liputan Utama, Majalah Suara ‘Aisyiyah Edisi 2 Februari 2020

Sumber ilustrasi : http://pwmjateng.com/pd-aisyiyah-boyolali-membagi-ratusan-paket-sembako-kepada-warga-terdampak-covid-19/

Leave a Reply