Anak Stres Akibat School From Home? Ini Cara Mengatasinya

Berita 24 Agu 2021 0 65x
anak stres akibat PJJ

anak stres akibat PJJ (foto: shutterstock)

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah – Kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) saat ini masih menjadi alternatif bagi siswa dan sekolah akibat pandemi Covid-19. Namun tanpa disadari terdapat berbagai dampak yang disebabkan PJJ atau School From Home pada anak, salah satunya adalah anak menjadi rentan terkena stres.

Dokter spesialis anak Bernie Endyarni Medise menjelaskan bahwa minimnya interaksi dan aktivitas anak dengan teman sebaya dan/atau dengan gurunya merupakan salah satu sebab anak rentan mengalami stres. Anak, menurut Bernie, adalah masa bagi seseorang untuk mengalami tumbuh dan berkembang, baik dari aspek motorik, bahasa, kepribadian, kemandirian, dan sosial.

Jika dalam pembelajaran tatap muka anak dapat berinteraksi dan beraktivitas dengan banyak orang, saat ini anak hanya melakukan proses belajar di rumah tanpa interaksi langsung dengan teman-temannya. Menurut Bernie, hal ini akan membuat anak jenuh dan meningkatkan potensi stres anak.

Penjelasan Bernie itu disampaikan dalam siaran langsung akun Instagram @official.primaku dengan tema “School From Home Bikin Stres Si Kecil? Kenali dan Atasi Bersama”. Kegiatan ini diadakan pada Sabtu (21/8).

Dalam kesempatan itu, Bernie memaparkan berbagai penelitian dari dalam maupun luar negeri yang menganalisis fenomena stres pada anak akibat pembelajaran jarak jauh. Di Jerman, misalnya, dari -/+ 2.600 anak yang disurvei, sebanyak 50% anak mengalami stres akibat PJJ. Sementara di Indonesia, survei yang dilakukan pada 100 remaja menyebutkan 14% di antaranya mempunyai permasalahan pada siklus sosial dan emosional.

Pandemi Covid-19 membuat anak harus mengubah pola kebiasaan yang selama ini anak-anak jalani. Mereka lebih banyak belajar dan bermain di rumah, berinteraksi secara online, dan mengharuskan mereka menghabiskan waktu menggunakan smartphone.

Baca Juga: Pendampingan Anak Belajar di Masa Pandemi

Bernie menyebutkan ciri-ciri anak mengalami stres akibat PJJ, yaitu anak lebih mudah marah, tampak sedih, sering tidak merasa nyaman, kesepian, sulit berkonsentrasi, dan gangguan pola tidur anak.

Bernie kemudian menyebutkan 3 cara yang dapat digunakan untuk meminimalisir stres pada anak akibat PJJ, yaitu: pertama, membuat lingkungan rumah menjadi senyaman mungkin bagi anak dalam melakukan kegiatan belajar dan bermain.

Kedua, melakukan kegiatan baik di dalam maupun luar rumah bersama dengan orang tua. Dalam hal ini orang tua dituntut untuk menjadi tenaga pendidik dan teman bagi anak-anak untuk melakukan berbagai kegiatan, baik belajar maupun bermain.

Ketiga, memperkenalkan hal baru kepada anak. Hal baru yang bisa dilakukan misalnya adalah mendalami hobi atau mengajak anak untuk melakukan kegiatan rumah, seperti mengajarkan menyapu, melipat pakaian, atau menyiram tanaman. Semua kegiatan itu harus dalam pengawasan orang tua.

“Untuk mengenali stres pada anak dan apabila orang tua sudah mengetahui anak mengalami stres, jangan takut untuk berkonsultasi dengan dokter atau pakar, baik offline maupun online. Jangan berhenti mencari kegiatan yang menyenangkan, karena kalau menyenangkan, maka akan menyenangkan untuk anak dan orang tua,” pungkas Bernie. (cheny)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *