Berita

Anggota Komisi B DPRD Surabaya Beri Pesan Siswa Baru SMP Muven

Surabaya, Suara ‘AisyiyahMasa remaja adalah masa peralihan manusia dari anak-anak menuju dewasa yang berjalan antar usia 12-21 tahun. Demikian pernyataan anggota komisi B DPRD Kota Surabaya, Zuhrotul Mar’ah Lailatusholichah di hadapan 113 siswa baru ketika menjadi narasumber Fortasi 2022 di SMP Muhammadiyah 11 Surabaya (SMP Muven), Kamis (21/7).

“Kenakalan remaja merupakan gejala sosial para remaja yang disebabkan oleh satu bentuk perilaku menyimpang yang dilakukan pada masa remaja atau masa transisi anak menuju dewasa. Meliputi semua perilaku yang menyimpang dari norma-norma hukum pidana yang dilakukan oleh remaja, perilaku tersebut jelas akan merugikan dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya,” terang Zuhro.

Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan sepuluh masalah remaja yang pada umumnya terjadi, yaitu: penampilan, akademik, depresi, masalah dengan orang terdekat, bullying atau perundungan, percintaan dan aktivitas seksual, kecanduan gawai, tekanan dari teman sebaya, pergaulan yang tidak tepat, dan obesitas. Dengan beragam persoalan ini, Zuhro meminta orang tua memahami kondisi remaja berikut solusinya.

Baca Juga: Momotoa ke Sekolah, Bersama IPM Wujudkan Sikap Peduli Lingkungan

Selanjutnya, Zuhro juga menyampaikan beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membantu mengatasi masalah remaja, antara lain: (a) memastikan anak merasa aman dan dicintai; (b) menunjukkan bahwa orang tua memahami perasaan anak; (c) mengajak anak untuk ngobrol; (d) menunjukkan bahwa orang tua mempercayai anak dan akan membantunya dalam menghadapi masalahnya; (e) jika anak melakukan kesalahan, jangan cepat menghakiminya; (f) memberikan pesan positif kepada anak; melakukan hal yang menyenangkan bersama anak, dan; (g) membawa anak menemui psikolog atau psikiater jika kesehatan mental anak terganggu.

“Saya berharap anak-anakku sebagai generasi penerus bangsa harus bisa mencegah dan mengatasi masalah-masalah di masa remaja ini, dengan selalu giat belajar mencari ilmu dan berdoa. Silakan langsung curhat jika ada masalah dan cari teman curhat yang baik,” tutup Zuhro.

Sementara itu, Kepala SMP Muhammadiyah 11 Surabaya, Arief Himawan mengapresiasi dan berterima kasih kepada Zuhro yang telah memberikan nasehat kepada 113 siswa baru dalam kegiatan Fortasi 2022 tersebut.

“Di masa transisi setelah pembelajaran daring atau online, alhamdulillah tahun ajaran baru dapat dilaksanakan secara langsung atau tatap muka. Mudah-mudahan para siswa SMP Muhammadiyah 11 Surabaya dapat menjadi generasi kader persyarikatan dan bangsa yang berakhlaq mulia,” harap Arief. (Yuda Panuluh/sb)

Related posts
Berita

Fortasi Madrasah Muallimaat Yogyakarta Wujudkan Srikandi Muda Berdaya

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah – Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta sebagai institusi pendidikan perguruan enam tahun pencetak kader pemimpin, pendidik, dan ulama putri Islam…
Berita

Pontren Modern Zam Zam Muhammadiyah Cilongok Banyumas Gelar Fortasi

Banyumas, Suara ‘Aisyiyah – Kegiatan Forum Ta’aruf Orientasi (Fortasi) bagi santri Pondok Pesantren (Pontren) Modern Zam Zam Muhammadiyah Cilongok yang diselenggarakan oleh…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.