Antisipasi Virus Corona dari Rumah, Tingkatkan Kebersihan Diri dan Perhatikan Gizi Keluarga

Info Sehat 18 Aug 2020 0 86x

Wabah virus COVID-19 tersebar begitu cepat ke berbagai penjuru dunia, tak terkecuali Indonesia. Presiden RI juga telah menetapkan wabah virus COVID 19 ini menjadi Bencana Nasional sejak 15 Maret 2020 lalu. 

Agar tidak menimbulkan kepanikan yang berlebihan di masyarakat, khususnya orang tua dalam mendampingi putra putrinya,  Suara Aisyiyah menemui dr. Iin Inayah, anggota Divisi Pengurangan Risiko Bencana dari Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) PP Muhammadiyah, untuk mendapatkan tips-tips praktis agar dapat diterapkan di rumah dan seluruh anggota keluarga. 

Secara umum, dr. Iin menyebutkan pentingnya pemahaman orang tua terhadap proses penularan virus ini dan cara virus ini bekerja di dalam tubuh. Dengan pemahaman yang benar, orang tua dapat mengajarkan kepada anak-anak dan anggota keluarga lainnya langkah-langkah untuk mengantisipasinya. 

Cara penularan virus ini melalui cairan tubuh (droplet) yang keluar dari orang yang terkena virus Covid 19 ini, seperti batuk, bersin, hingga ‘cipratan’ ludah ketika sedang bicara. Oleh sebab itu, menerapkan etika batuk seperti (1) menutup mulut dengan lengan sebelah dalam serta (2) menjaga jarak sosial atau ‘social distance’ minimal satu meter, menjadi penting untuk meminimalisasi penularan, termasuk tidak bersentuhan dalam berjabat tangan. 

Perlu diketahui pula bahwa virus COVID 19 baru aktif bekerja ketika masuk ke dalam mukosa tubuh, yaitu lapisan jaringan atau selaput lendir yang membatasi rongga saluran cerna dan saluran nafas. 

Oleh sebab itu, menjaga kebersihan tangan dengan 7 langkah mencuci tangan, khususnya 5 waktu prioritas mencuci tangan, yaitu : sebelum makan, sesudah makan, setelah memegang barang (termasuk uang), sesudah BAK dan BAB. Menggunakan hand sanitizer juga menjadi alternatif membersihkan tangan. Namun demikian, maksimal pemakaian adalah 5 kali, setelahnya wajib mencuci tangan menggunakan sabun. 

Lebih lanjut dr Iin menyarankan agar orang tua memahami dan dapat mengedukasi anak-anaknya tentang cara penularan dan bagaimana tindakan pencegahannya, termasuk menyiapkan sabun cuci tangan dan air mengalir di depan pintu masuk rumah. Dengan cara ini  anggota rumah sudah membersihkan diri dari kuman yang mungkin menempel di tangan mereka saat beraktivitas di luar.

Penting pula para orang tua menyediakan makanan sehat di rumah dengan menyediakan makanan hasil masak sendiri. Disarankan banyak mengkonsumsi buah dan sayur, serta meminimalissasi makanan instan seperti frozen food, atau makanan daging olahan seperti sosis atau nugget. 

Dokter yang berdinas di RSI Pondok Kopi Jakarta ini mengingatkan, bahwa makanan sehat adalah makanan dengan proses memasak yang pendek, tidak diberi zat tambahan seperti pengawet dan pemanis buatan. Perlu hati-hati pula jika membeli makanan dari luar menggunakan aplikasi karena tidak dapat memantau kebersihan proses memasaknya. Dr Iin juga menyarankan untuk menghindari makanan mentah (tidak dimasak) karena sebenarnya virus akan mati melalui pemanasan suhu tinggi.

Dr. Iin juga menyoroti aktivitas memborong bahan pokok atau panic buying sebagai aktivitas berlebihan karena sebenarnya makanan yang segar adalah makanan yang sehat. Buah dan sayur yang segar masih memiliki kandungan nut-risi yang terbaik. Jika hendak menyimpan bahan makanan, paling banyak untuk satu pekan saja dan jangan lupa untuk menyediakan air minum yang cukup. 

Terakhir, dr. Iin juga mengingatkan akan himbauan belajar atau bekerja di rumah,  tidak memanfaatkan momen ini sebagai kesempatan ‘jalan-jalan’ keluarga. Merebaknya wabah virus Korona ini tentu saja menyebabkan ‘godaan’ baru dengan makin banyaknya tiket promo, baik untuk transportasi maupun hotel. Karena sebenarnya, perilaku tinggal di rumah, mengisolasi diri, adalah salah satu proses untuk memutus rantai penyebaran virus. (Twediana)

Tulisan ini pernah dimuat pada Majalah Suara ‘Aisyiyah Edisi April 2020

Leave a Reply