Apakah Vaksin Dapat Melindungi Kita dari Covid-19?

Berita 21 Agu 2021 0 111x

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah – Guna menekan angka penularan dan kematian akibat Covid-19, pemerintah Indonesia menggenjot pelaksanaan vaksinasi. Berbagai kelompok masyarakat pun dilibatkan, baik sebagai mitra kerja sama maupun untuk mengedukasi masyarakat mengenai fakta di balik vaksin Covid-19.

Akun instagram @alodokter_id mengadakan siaran langsung sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat mengenai vaksin Covid-19. Dengan mengusung tema “Apakah Vaksinasi Cukup Melindungi Kita Dari Covid-19,” kegiatan yang berlangsung pada Selasa (12/8) itu menghadirkan Dirga Sakti Rambe (Dokter Penyakit Dalam RS Menteng Mitra Afia) sebagai narasumber.

Dirga menjelaskan bahwa vaksin merupakan zat yang bila diberikan kepada tubuh (disuntikan) akan merangsang timbulnya kekebalan terhadap suatu penyakit. Sederhananya, orang yang divaksin bisa kebal tanpa harus sakit, sedangkan orang yang tidak divaksin harus sakit dulu baru bisa kebal.

Dirga menambahkan bahwa terdapat tiga cara mengendalikan pandemi Covid-19, yaitu (a) disiplin prokes 5M, terutama menggunakan masker; (b) vaksinasi, sebab vaksin membuat tubuh memiliki antibodi dan tubuh menjadi lebih kebal terhadap virus sehingga dapat melengkapi pertahanan tubuh dengan prokes 5M, dan; (c) testing, tracing, treatment.

Menurut Dirga, vaksinasi penting karena vaksin dapat membuat tubuh menjadi kebal dan dapat membentuk antibodi. Dirga menjelaskan bahwa vaksin memang tidak dapat melindungi seseorang 100%. Orang yang sudah divaksin juga tetap bisa terkena dan masih bisa menularkan Covid-19. Bedanya, karena sudah memiliki antibodi, maka efek yang ditimbulkan pun tidak terlalu berat.

Baca Juga: Ta’awun, Ibadah Bernilai Jihad

Oleh karena orang yang sudah pernah terpapar Covid-19 masih bisa mengalaminya lagi, maka selain tetap menerapkan prokes dan melakukan vaksinasi, seseorang juga perlu memperhatikan imunitas tubuh, misalnya dengan memakan makanan yang bergizi, olahraga yang seimbang, dan istirahat yang cukup.

“Vaksinasi ketiga atau booster di Indonesia itu hanya untuk tenaga kesehatan. Jadi hanya untuk dokter, perawat, dan lain sebagainya. Untuk masyarakat umum, masyarakat luas itu belum dianjurkan. Kenapa? Karena kita fokus untuk meningkatkan cakupan vaksinasi. Kita tahu sekarang cakupan vaksinasi masih rendah, jadi tidak ada gunanya satu orang divaksin 3, 4, 5 kali tapi orang-orang sekitarnya belum divaksinasi,” ujar Dirga.

Pada kesempatan tersebut Dirga mengungkapakan bahwa timbulnya kekebalan dan antibodi secara maksimal itu membutuhkan waktu sekitar 2 pekan setelah vaksin kedua. Yang perlu dilakukan setelah vaksinasi pertama dan kedua, menurutnya, ialah tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan dan menerapkan pola hidup sehat agar imunitas tubuh tetap terjaga. (fathia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *