Sains dan Tekno

Aplikasi Internet of Things (IoT) Pada Bidang Pertanian

Oleh: Tito Yuwono*

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi mentransformasi banyak bidang kehidupan. Dalam bidang pendidikan, yang dulunya belajar di dalam kelas, saat ini belajar sudah dikemas dalam bentuk e-learning. Dalam bidang dakwah pun juga bertransformasi, sekarang telah bermunculan program-program e-dakwah yang inovatif bahkan banyak kelebihan dibanding dakwah offline. Dalam bidang transportasi pun juga kita rasakan sangat memudahkan, seperti kemudahan dalam pemesanan jasa transportasi, transparan dalam biaya, dan mudah ditrack, sehingga lebih aman.

Pada tulisan ringan kali ini akan disampaikan bagaiamana teknologi Internet of Things (IoT) berperan dalam bidang pertanian. Pemanfaatan teknologi ini sangat penting mengingat negara kita adalah negara agraris. Negara yang kawasannya banyak digunakan sebagai lahan pertanian maupun perkebunan. Mata pencaharian penduduk terbesar, terutama di area pedesaan juga dari sektor pertanian. Walaupun semakin ke sini nampaknya banyak generasi yang meninggalkan pertanian. Namun untuk bisnis pertanian, jika dikelola dengan profesional dan ada dukungan dari pemerintah akan menjadi bisnis yang menjanjikan.

Beberapa aplikasi IoT dalm bidang pertanian diantaranya adalah:

  1. Monitoring dan Pengumpulan Data Parameter Lingkungan Pertanian

Banyak parameter yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman yang berefek pada produktifitas hasil pertanian. Diantaranya adalah tingkat pH, kelembaban, suhu, nutrisi, serta kelembapan tanah. Sebagai contoh untuk tanaman durian menurut agrotek.id, pH tanah yang optimum adalah dalam range 6-6,5, suhu udara 25o-35o , serta kelembaban udara antara 50% sd 80%.

Maka dengan teknologi IoT kondisi riil lingkungan pertanian durian bisa dimonitor dan kemudian datanya dimanfaatkan untuk tindak lanjut pengkondisian lingkungan supaya durian bisa tumbuh dan berbuah dengan baik. Biasanya industri pertanian skala besar yang memanfaatkan teknologi ini.

  1. Manajemen Irigasi

Teknologi IoT juga bisa digunakan untuk manajemen irigasi. Saat ini, irigasi masih sering menjadi masalah dalam pertanian kita. Antar petani bertengkar karena berebut air untuk persawahan, terlebih ketika masa-masa kering. Terkadang harus menunggu sampai malam untuk mengalirkan air dari saluran irigasi supaya tidak digunakan orang lain sebelum kebutuhan sawahnya terpenuhi. Maka otomasi irigasi berbasis IoT akan memberikan kemudahan-kemudahan bagi manajemen pengairan. Pintu-pintu irigasi dapat dibuka dan tutup secara automatis berbasis pada pembagian air ke lahan pertanian. Hal ini akan menghindarkan keributan antar petani serta membuat kerja lebih ringan.

Baca Juga: Aplikasi Internet of Things (IoT) untuk Rumah Tangga

Selain itu, untuk irigasi mandiri pun juga sangat membantu, seperti supply air yang tepat sesuai dengan keadaan lingkungan, sehingga air tidak berlebihan dan tidak kurang dan pas sesuai yang diperlukan tanaman. Disamping itu akan membuat penggunaan air lebih efisien dan efektif. Hal ini sangat bermanfaat untuk daerah yang dukungan airnya terbatas.

  1. Pemantauan Tanaman

Aplikasi IoT lainnya dalam bidang pertanian adalah untuk memantau tanaman. Pemantaun meliputi pertumbuhan tanaman, hama tanaman maupun penyakit tanaman. Pemantauan bisa menggunakan peralatan kamera drone. Hasil pemantauan digunakan untuk masukan-masukan pemeliharaan tanaman yang efektif.

  1. Aplikasi untuk Pertanian

Penerapan IoT dapat berbentuk aplikasi juga sangat bermanfaat dalam bidang pertanian. Beberapa contoh manfaatnya adalah menjadi rujukan petani untuk tata cara bertani tanaman tertentu, perhitungan jumlah pupuk yang dibutuhkan untuk luasan lahan pertanian, juga penjadwalan perawatan peralatan pertanian.

Tentu pemakaian teknologi IoT pada bidang pertanian ini disesuaikan dengan urgensi dan anggaran yang ada. Biasanya industri pertanian dengan lahan yang luas menggunakan teknologi IoT ini agar pengelolaan pertanian lebih presisi sehingga hasilnya maksimum. Teknologi IoT sangat diperlukan untuk sarana prasarana publik pertanian, seperti manajemen irigasi yang telah disebutkan di atas. Teknologi manajemen irigasi ini juga akan lebih baik jika disediakan dan didukung oleh pemerintah.

Wallahu a’lamu bishshowab. Nashrun minallahi wa fathun qarib.

*Dosen Jurusan Teknik Elektro-Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, Sekretaris Majelis Dikdasmen PCM Ngaglik, Sleman, dan Ketua Joglo DakwahMu Almasykuri Yogyakarta

Related posts
Berita

Gebyar Panen Raya Sayur Sehat, Muhammadiyah Jawa Barat Bangun Pertanian Berkemajuan

Bandung, Suara ‘Aisyiyah – Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat (PWM Jabar), Ahmad Dahlan menegaskan komitmennya untuk membangun pertanian berkemajuan. Alasannya, selama…
Gaya Hidup

Aplikasi Internet of Things (IoT) untuk Rumah Tangga

Oleh: Tito Yuwono* Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah swt. Atas segala kenikmatan yang diberikan kepada kita semuanya. Salah satu diantara banyak kenikmatan…

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *