Asah Skill Jurnalisme Foto Menggunakan Smartphone

Berita 11 Sep 2020 0 79x

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah- Skill jurnalisme foto agaknya perlu dikuasai dalam mendokumentasikan kegiatan. Dalam rangkaian kegiatan kerjasama Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah dengan The Asia Foundation (TAF) dalam membangun kelentingan keluarga dan komunitas dalam menghadapi masa pandemi Covid-19, selenggarakan pelatian jurnalisme foto, pada (21/08).

Pelatihan ini mendiskusikan tentang teknik pengambilan gambar melalui smartphone, bersama Farid Gaban, jurnalis senior dari Yayasan Zamrud Khatulistiwa yang pernah bertugas di Tempo, Republika, dan Geotimes serta pernah mendapatkan Fellowship dari The Asia Foundation.

Sebanyak 57 (lima puluh tujuh) orang dari tim manajemen program keluarga dan komunitas lenting dari 16 wilayah antusias menghadiri pelatihan ini. Setelah mengikuti pelatihan ini, ibu-ibu diharapkan mampu mengambil gambar dengan menggunakan HP dengan kualitas teknik pengambilan gambar yang lebih baik.

Menurut Farid Gaban, memang banyak keterbatasan kamera Smartphone. Di antaranya, smartphone tidak bisa mengatur bukaan (depth of field), tak bisa mengatur speed, tak punya lensa makro, dsb. “Namun kelebihan smartphone yaitu ringkas dan mudah, kita semua bisa mempelajarinya,” paparnya.

Farid Gaban juga mencontohkan hasil karya foto yang diambilnya menggunakan beragam teknik pengambilan foto, ada aturan sepertiga, ruang kosong, diagonal, garis dan pola, human interest, bingkai (framing), dramatic angle, gerak, colorful, close-up, silhuet, konteks, intim dan konteks, detil, detil dan konteks, hingga underwater.

“Tidak ada spesifikasi khusus tentang smartphone yang dipakai, karena yang lebih penting bagaimana memahami teknik pengambilan gambar yang baik,” ungkap Farid. Selain itu, ia juga menyarankan fotografer tetap mengikuti prosedur pencegahan covid-19 dan mematuhi protokol kesehatan pada saat bertugas di lapangan saat pandemi sekarang ini, seperti selalu memakai masker, menghindari kerumunan, sedia handsanitizer, dan sebagainya.  “Jurnalisme foto bukan cuma perjalanan jurnalistik, tapi juga perjalanan spiritual.” tutupnya. (Gustin/Adiba)

Leave a Reply