Bagaimana Jika Ada Anggota Keluarga yang Positif Covid-19?

Gaya Hidup Info Sehat 22 Jun 2021 0 256x
Kontak Erat Covid-19

Kontak Erat Covid-19

Bagaimana jika ada anggota keluarga yang positif Covid-19, sedangkan hasil tes kita (masih) negatif? Benarkah dapat dipastikan 100% bahwa kita tidak tertular Covid-19?

Dokter Adaninggar dalam akun Instagram-nya @drningz menjelaskan bahwa hasil tes negatif tersebut bisa bersifat “palsu” jika tes dilakukan terlalu dini. Alasannya karena pada waktu itu jumlah virus belum mampu terdeteksi oleh alat.

Orang yang bersangkutan berstatus “kontak erat”. Ia tergolong orang yang berisiko tinggi tertular Covid-19. Hasil tes yang negatif besar kemungkinan dikarenakan masa inkubasi virus yang variatif, mulai 2-14 hari. Artinya, hingga 14 hari sejak ada anggota keluarga yang dinyatakan positif, masih ada kemungkinan anggota keluarga yang lain positif/bergejala.

Yang dapat digolongkan sebagai “kontak erat” adalah orang yang; (a) melakukan kontak tatap muka dengan jarak kurang dari 1-2 meter selama 15 menit akumulasi dalam 24 jam; (b) melakukan kontak fisik, dan; (c) menggunakan barang-barang bersamaan. Orang yang tinggal serumah dengan pasien positif Covid-19 secara otomatis tergolong “kontak erat”.

Baca Juga: Rumah Sakit dan Ruang Isolasi Penuh, Begini Langkah Isolasi Mandiri yang Baik dan Benar

“Kontak erat” dianjurkan untuk melakukan karantina dan rutin memonitor kondisi tubuhnya. Karantina dilakukan guna memastikan apakah ia tertular (dan masuk dalam masa inkubasi) atau tidak. Lama waktu karantina adalah minimal 10 hari (jika tanpa tes), dengan ketentuan tidak boleh keluar rumah.

Alternatif lain yang dapat dilakukan adalah melakukan tes Swab PCR atau Antigen. Tes Swab PCR dilakukan pada hari ke 3-5 setelah melakukan kontak terakhir dengan keluarga yang positif. Jika tes menunjukkan hasil negatif, karantina tetap harus dilakukan dalam 7 hari setelahnya.

Sementara tes Swab Antigen dilakukan pada hari ke 2-3 setelah kontak terakhir. Jika tes menunjukkan hasil negatif, karantina tetap harus dilakukan. Setelah melakukan karantina selama 5 hari, tes harus diulang untuk memastikan bahwa ia tidak tertular.

Selama karantina, protokol kesehatan 5M harus dipatuhi. “Jauhi orang-orang rentan di sekitar Anda (lansia, anak-anak, orang dengan penyakit komorbid) hingga 14 hari,” papar Adaninggar.

Beberapa gejala yang harus diwaspadai “kontak erat” selama masa inkubasi virus adalah: (a) gejala sangat ringan, seperti masuk angin dan rasa tidak enak badan; (b) gejala ringan, seperti flu, demam, batuk-pilek, anosmia (kehilangan indra penciuman), nyeri kepala, nyeri tenggorokan, nyeri otot, mual, muntah, diare, dan sebagainya; (c) gejala sedang berupa gejala ringan ditambah batuk berdahak + rontgen pneumonia, saturasi oksigen masih lebih dari 90%, dan; (d) gejala berat berupa gejala sedang + sesak + saturasi oksigen turun kurang dari 90%.

Baca Juga: Jihad Pandemi Covid-19 ‘Aisyiyah

Apabila muncul gejala-gejala tersebut di atas, baik yang sangat ringan hingga berat, langkah yang harus dilakukan adalah melakukan tes untuk memastikan. Jika hasil tes-nya positif, artinya “kontak erat” sudah menjadi pasien terkonfirmasi Covid-19. Lalu apa yang harus dilakukan? Isolasi mandiri dan konsultasi kepada dokter.

Bagaimana jika muncul gejala tapi hasil tesnya negatif? Perihal ini Adaninggar menjelaskan, “kadang muncul gejala tapi tes hasilnya negatif atau terjadi perbedaan hasil antara PCR dan Antigen. Jika terjadi hal demikian, jangan buru-buru memastikan bukan Covid-19! Ingat, “kontak erat” ini sangat berisiko. Konsultasikan dulu ke dokter ahli bagaimana interpretasi hasil dan solusinya”. (sb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *