Bahaya, Jangan Langsung Tidur Setelah Makan!

Gaya Hidup Info Sehat 23 Jul 2021 1 176x

bahaya tidur setelah makan (foto: iStock)

Jangan bergegas tidur setelah menyantap makanan. Kebiasaan itu dapat meningkatkan munculnya berbagai macam penyakit. Setelah makan, tubuh butuh waktu untuk mencerna makanan yang telah dikonsumsi agar nutrisinya dapat terserap. Mengutip alodokter.com, saat proses pencernaan berlangsung, tubuh akan melepaskan hormon-hormon tertentu agar pencernaan berjalan lancar, dan ini merupakan hal yang normal terjadi.

Akan tetapi, pelepasan hormon tersebut kadang dapat menimbulkan rasa kantuk, sehingga muncul dorongan untuk tidur setelah makan. Jika hanya sesekali, langsung tidur setelah makan sebenarnya tidak berdampak buruk bagi kesehatan. Namun, jika ini dibiasakan, dapat muncul beragam gangguan kesehatan.

Tidur setelah makan tidak dianjurkan karena tidak baik untuk kesehatan lambung, apalagi setelah makan dengan porsi yang besar sekaligus. Tidur setelah makan dapat menyebabkan tekanan pada lambung meningkat dan kemudian naik kembali ke kerongkongan. Kebiasaan makan langsung tidur terjadi secara terus menerus dapat menimbulkan asam lambung  atau gerd (gastroesophageal reflux disease).

Baca Juga: Pola Hidup Sehat Ala Rasulullah

Selain itu, sebagaimana dilansir hellosehat.com, kebiasaan tidur sehabis makan dapat mengganggu kualitas tidur, memengaruhi berat badan, dan bahkan meningkatkan risiko sejumlah penyakit. Di bawah ini berbagai masalah kesehatan yang mungkin muncul akibat kebiasaan tidur setelah makan.

Pertama, heartburn. Heartburn merupakan rasa tak nyaman, nyeri, atau pada ulu hati akibat naiknya asam lambun ke kerongkongan. Kondisi ini biasanya dialami oleh penderita gangguan lambung seperti penyakit gerd dan orang-orang yang mengalami obesitas.

Ada banyak faktor yang dapat memicu heartburn, salah satunya kebiasaan tidur setelah makan. Saat anda berbaring dengan perut yang penuh, asam lambung dapat mengalir kembali ke kerongkongan sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman.

Kedua, stroke. Menurut sebuah studi di University of Loannina Medical School, Yunani, tidur sehabis makan dapat meningkatkan risiko stroke. Orang yang memiliki jeda paling lama antara waktu makan dan tidur justru berisiko paling rendah untuk mengalami penyakit ini.

Penelitian ini tidak menjelaskan mengapa hal tersebut bisa terjadi, tapi ada teori yang menyatakan bahwa makan mendekati waktu tidur meningkatkan risiko naiknya asam lambung ke kerongkongan. Hal ini menyebabkan sleep apnea yang berkaitan dengan stroke.

Teori lainnya menyebutkan bahwa terjadi perubahan kadar gula darah, kolesterol, serta tekanan darah bila seseorang terlelap setelah makan. Ketiga faktor ini mungkin meningkatkan risiko stroke, tapi penelitian lebih lanjut diperlukan untuk membuktikan hal ini.

Ketiga, berat badan berlebih. Jika seseorang langsung terlelap setelah makan malam, tubuh tidak akan memiliki cukup waktu untuk membakar kalori yang ada dalam makanan. Kalori yang tidak terbakar akhirnya menumpuk dalam tubuh dan berubah menjadi timbunan lemak.

Makan malam mendekati waktu istirahat juga dapat membuat seseorang merasa kenyang pada esok harinya. Hal ini dapat memicu keinginan untuk makan dalam jumlah banyak pada siang hari atau makan makanan ringan yang tidak sehat secara berlebihan.

Kebanyakan jenis camilan pada malam hari juga mengandung banyak lemak dan kalori, sebut saja mie instan, gorengan, atau makanan manis. Jika dibiarkan, kebiasaan makan sebelum tidur dapat mengganggu berat badan ideal seseorang.

Keempat, mengganggu kualitas tidur. Kebiasaan tidur setelah makan dapat memengaruhi kualitas tidur pada malam hari. Misalnya, makanan berat atau berlemak dapat menyebabkan kembung dan sakit perut sehingga membuat seseorang harus berganti posisi tidur berulang kali.

Baca Juga: Aneka Makanan Sehat bagi Penderita Sakit Maag

Bila seseorang memakan makanan pedas sebelum tidur, ia bisa saja mengalami heartburn atau gangguan pencernaan sehingga membuatnya jadi tidak bisa tidur nyenyak. Bahkan, ia mungkin saja harus bolak-balik ke kamar mandi karena rasa panas pada perut.

Makan terlalu banyak sebelum tidur juga bisa menimbulkan gangguan lain, yakni sleep apnea. Kondisi ini ditandai dengan terhentinya napas selama beberapa saat. Akibatnya, otak tidak mendapatkan pasokan oksigen yang cukup selama tubuh terlelap.

Setelah makan, setidaknya tunggulah paling sedikit tiga jam sebelum tidur. Selama itulah produksi asam lambung mulai menurun karena proses pencernaan makanan dalam organ lambung telah selesai. Atau walaupun belum sepenuhnya selesai, setidaknya lambung telah kosong dan makanan hanya perlu melewati proses penyerapan zat gizi. (Fathia*)

*Mahasiswa magang di Suara ‘Aisyiyah

Sumber:

https://hellosehat.com/nutrisi/tips-makan-sehat/kenapa-setelah-makan-tak-boleh-langsung-tidur/

https://www.alodokter.com/rupanya-ini-penyebab-dan-dampak-buruk-tidur-setelah-makan

https://dinkes.batam.go.id/2021/04/29/habis-makan-jangan-langsung-tidur/

One thought on “Bahaya, Jangan Langsung Tidur Setelah Makan!”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *