Gaya Hidup

Bangun Kebiasaan Baik dan Tingkatkan Rasa Syukur dengan Self-Care

Oleh: Shifna Asna Allifya*

Diri sendiri merupakan prioritas utama untuk diperhatikan. Sebagai hamba, tentulah amanah yang Allah berikan berupa jiwa maupun raga harus dijaga. Hal itu dapat menjadi wujud dari rasa syukur kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

Belakangan ini, istilah self-care sering digunakan. Self-care merupakan kegiatan yang dilakukan untuk perawatan terhadap diri sendiri dengan melakukan hal-hal yang bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan secara fisik maupun mental.

Self-care memang harusnya secara otomatis dilakukan setiap orang. Namun, ternyata masih banyak orang yang tidak memperdulikan dirinya sendiri. Mereka hanya melakukan hal-hal yang menimbulkan kesenangan sementara tanpa memikirkan efek jangka panjang.

Contohnya saja kebiasaan-kebiasaan buruk yang masih sering dilakukan. Seperti mengonsumsi makanan atau minuman yang tidak sehat, begadang yang tidak penting, berbicara yang negatif, malas olahraga, berpikir negatif, dan gaya hidup buruk lainnya.

Pada era dimana teknologi secanggih saat ini, dengan hal-hal serba instan yang disediakan dan dampak dari media sosial mengakibatkan banyak orang yang menjadi malas, bahkan tidak memperhatikan dirinya sendiri.

Oleh karena itu, self-care menjadi penting. Hal ini merupakan usaha untuk mengembalikan diri kepada yang seharusnya. Karena kebiasaan buruk merupakan tindakan yang menzalimi diri sendiri yang akan merusak diri sendiri secara perlahan dan tidak seharusnya dilakukan.

Self-care bukanlah keegoisan, melainkan bentuk mencintai diri sendiri. Membangun kesejahteraan secara fisik maupun mental dibutuhkan setiap individu. Aktivitas merawat diri sendiri akan menimbulkan dampak positif kedepannya yang membuat fisik dan mental menjadi lebih baik. Ada dua hal yang perlu diperhatikan untuk perawatan diri, yaitu fisik dan mental.

Bentuk-bentuk Self Care

Perhatikan kondisi fisik dengan menyeleksi gaya hidup yang telah diterapkan selama ini. Apakah sudah benar? Apakah sudah sehat? Jika memiliki kebiasaan yang berdampak buruk bagi kesehatan, mulailah untuk meninggalkannya.

Selain kondisi fisik, kondisi mental juga penting untuk diperhatikan. Jika memiliki tekanan dalam pikiran, mulailah untuk mengatasinya. Belakangan ini, banyak penyakit yang dimulai dari pikiran. Oleh karena itu, memperhatikan kondisi pikiran juga menjadi penting. Beberapa bentuk self-care yang dapat diterapkan untuk kesejahteraan baik fisik maupun mental, yaitu:

Pertama, menerapkan pola makan yang sehat. Makan secara teratur dengan makanan sehat atau makanan yang dibutuhkan tubuh merupakan salah satu bentuk self-care yang dapat dimulai. “You are what you eat”. Ungkapan populer tersebut memang benar adanya. Jika seseorang memakan makanan sehat secara rutin, maka ia akan menjadi sehat. Begitupun sebaliknya. Jika pola makan buruk, maka berbagai penyakit akan menghantui. Menerapkan pola makan yang baik juga dapat dilakukan dengan berpuasa. Tak hanya baik bagi fisik, berpuasa juga baik bagi peningkatan ruhiyah.

Baca Juga: Membuka Pintu Kesehatan Mental dengan Journaling

Kedua, berolahraga secara rutin. Menyediakan 30 menit setiap hari, atau dua atau tiga kali dalam sepekan secara rutin dapat menjadi pilihan. Olahraga akan memicu proses metabolisme dan sirkulasi darah menjadi lebih lancar karena gerakan yang dilakukan. Dampaknya, daya tahan tubuh akan meningkat sehingga tidak mudah sakit. Dengan olahraga, seseorang juga akan merasa lebih bahagia karena olahraga memicu hormon endorfin (hormon bahagia) yang memberikan energi positif pada tubuh.

Ketiga, merawat fisik dan penampilan secara khusus. Perawatan yang bisa dilakukan yaitu dengan menjaga kebersihan diri. Seperti merawat kulit dengan mandi, melakukan facial, spa, skin-care atau body-care secara rutin, juga memakai pakaian yang bersih, rapi dan nyaman. Hal ini dapat meningkatkan kesejahteraan secara fisik juga menimbulkan rasa bahagia.

Keempat, memperhatikan kebersihan dan kerapihan lingkungan. Lingkungan yang bersih dan rapi juga dapat meningkatkan kesejahteraan diri. Tentu akan lebih nyaman berada di tempat yang bersih daripada tempat kotor. Oleh karena itu, mulailah menjaga lingkungan dengan bersih-bersih secara rutin dan merapikannya.

Kelima, perhatikan pola tidur. Tidur yang cukup merupakan salah satu bentuk perhatian terhadap fisik maupun mental. Jika memiliki kebiasaan begadang, mulailah untuk meninggalkannya. Dengan tidur yang cukup, tubuh akan terasa lebih fresh untuk menjalani hari selanjutnya.

Keenam, tingkatkan self-esteem. Self-esteem adalah harga diri yang ada pada seseorang. Jika self-esteem rendah, maka seseorang akan menjadi kurang percaya diri dan merasa rendah diri. Oleh karena itu, meningkatkan self-esteem menjadi penting dalam memperhatikan diri sendiri. Mulailah membuang mindset atau pola pikir negatif, ubahlah ke pola pikir yang positif.

Ketujuh, kurangi mengeluh dan banyak bersyukur. Percayalah bahwa setiap orang memiliki berbagai masalah. Jika banyak mengeluh, justru akan menjadikan masalah semakin berat. Dengan banyak bersyukur, masalah akan semakin ringan dan pikiran akan menjadi tenang.

Kedelapan, berceritalah. Menceritakan hal-hal yang membuat pikiran menjadi berat juga merupakan bentuk self-care yang dapat diterapkan. Akan tetapi, perlu diperhatikan dalam memilih tempat untuk bercerita. Berceritalah kepada orang yang benar-benar dipercaya. Jika sulit menemukannya, bercerita dengan cara menulis atau journaling dapat menjadi alternatif sederhana.

Kesembilan, melakukan hobi yang positif. Melukis, menggambar, berjalan-jalan, atau lainnya dapat menjadi aktivitas untuk perawatan diri. Dengan melakukan hobi yang positif akan menimbulkan perasaan senang yang positif dan baik bagi kesejahteraan diri.

Jiwa dan raga merupakan amanah yang dititipkan Allah. Oleh karena itu, harus dijaga dengan memperhatikan dan merawatnya sebagai rasa syukur kepada Allah. Menjaga keseimbangan jasmani dan rohani serta meningkatkan kesejahteraan merupakan hal yang dibutuhkan bagi setiap individu.

*Penulis merupakan Mahasiswa KPI UMY, dan wartawan magang Suara ‘Aisyiyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *