Berita

Bangun Sinergi, Majelis Dikdasmen PWM Sumbar Kumpulkan Sekolah Menengah Muhammadiyah di UM Sumbar

Majelis Dikdasmen PWM Sumbar

Padang, Suara ‘AisyiyahMajelis Dikdasmen Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Barat menggelar pertemuan bersama Kepala SMA/SMK MA di lingkungan Muhammadiyah di Convention Hall Universitas Muhammadiyah Sumbar, Kamis (9/3). Kegiatan ini dihadiri Ketua PWM Sumbar Bakhtiar, Sekretaris Apris, Wakil Ketua Zaim Rais, serta 20 Kepala Sekolah Muhammadiyah se-Sumbar.

Dalam sambutannya, Ketua PWM Sumbar, Bakhtiar mengatakan, kepala sekolah jangan pesimis menghadapi kondisi yang ada. Kebijakan pemerintah tentang sistem zonasi tidak menjadi alasan tidak majunya sekolah.

Lanjutnya, semua kekuatan di Muhammadiyah harus dikolaborasikan. Begitu juga dengan semua lembaga pendidikan yang ada di Muhammadiyah. “Kita terus berupaya mengoptimalkan potensi ekonomi Muhammadiyah, sehingga bisa kekuatan ekonomi menjadi daya dorong pengembangan AUM,” imbuhnya.

Selain itu, dia menegaskan tidak boleh ada ekskul lain di sekolah Muhammadiyah, “Gerakan kepanduan yang boleh ada hanya Hizbul Wathan, bela diri cuma Tapak Suci, organisasi di sekolah hanya boleh ada IPM,” tegasnya.

Baca Juga: Internasionalisasi Pendidikan Muhammadiyah-‘Aisyiyah

Wakil Ketua PWM Sumbar, Zaim Rais mengajak kepala sekolah Muhammadiyah, untuk bekerja keras membangun sekolah Muhammadiyah. Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk berkoordinasi dan berkomunikasi untuk mengetahui kondisi rill sekolah.

“Ini sangat penting untuk bisa melakukan tindakan. Bapak-ibu adalah pemegang amanah dari Persyarikatan untuk mencapai tujuan. Oleh sebab itu laksanakanlah amanah dengan sungguh-sungguh. Muhammadiyah mendirikan sekolah tidak asal mengelola, tetapi berorentasi kepada mutu,” tuturnya.

Lanjutnya, secara nasional perguruan Muhammadiyah mendapat persepsi yang positif. Tetapi dalam konteks Sumbar masih tertinggal jauh, karena belum ada sekolah Muhammadiyah yang masuk unggul.

Zaim menerangkan, proses pendidikan ada tiga hal, yaitu input, proses, dan out put. Sekolah yang akan diminati masyarakat adalah sangat ditentukan oleh out put. “Mengelola sekolah Muhammadiyah haruslah kerja keras, kerja luar biasa, kerja jihad, dan kerja ikhlas, serta sekolah dan amal usaha Muhammadiyah harus berkolaborasi dan sinergi,” ujarnya.

Ia menyebutkan, di Kota Padang ada 3 SMA, ada 1 SMK, tapi kondisinya tidak menggembirakan, siswanya kurang. Muhammadiyah punya 6 SMP, yang apabila dilakukan kolaborasi antar sekolah Muhammadiyah tentu tidak akan kekurangan murid.

Zaim menambahkan, ke depan akan menciptakan kondisi sekolah Muhammadiyah sehat, yang tidak hanya mengandalkan dana BOS. Minimal setiap daereh memiliki sekolah unggul satu.

Ketua Majelis Ekonomi PWM Sumbar, Gun Sugiarto mengatakan bahwa Muhammadiyah memiliki potensi AUM dan aset, hanya saja belum berkembang. Oleh karenanya, menurut dia, Majelis Ekonomi periode ini melahirkan sebuah BUMM dengan nama SUMBARMU amal sinergi.

Hadir sebagai narasumber akademisi dari Universitas Negeri Padang Yahya, Ketua Majelis Ekonomi PW Gun Sugiarto, dan Mudir Ponpes Muhammadiyah KMM Padang Panjang Umi Derliana. (rie/sb)

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *