Beberapa hal yang Harus Diperhatikan dan Dipersiapkan Ketika Memberikan Makanan Pendamping ASI

Berita 8 Sep 2021 0 46x
Makanan Pendamping ASI

Makanan Pendamping ASI

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah – Jumat (3/9), akun instagram @alodokter_id mengadakan siaran langsung yang mengusung tema “MPASI Pertama untuk Adik Bayi, Apa yang Harus Diperhatikan & Dipersiapkan?”. Kegiatan ini menghadirkan Dimple Gobind Nagrani selaku Dokter Spesialis Anak di RSU Bunda Jakarta sebagai narasumber.

MPASI merupakan singkatan dari Makanan Pendamping ASI. Menurut Nagrani, ketika anak mulai mamasuki usia enam bulan, kalori dalam ASI saja tidak cukup untuk menunjang pertumbuhan anak. Oleh karenanya, selain tetap memberi ASI, orang tua juga memberikan makanan pendamping yang bisa menunjang pertumbuhan dan perkembangan anak.

“Jadi ASI-nya tetap dikasih, tetapi ada makanan yang mendampingi supaya kalorinya tetap cukup; supaya si kecil tetap bisa terjaga pertumbuhan dan perkembangannya,” ujar Nagrani.

Nagrani mengatakan bahwa komposisi karbohidrat, protein, dan lemak perlu diperhatikan ketika memberikan MPASI anak. Menurutnya, jika yang diberikan kepada anak hanya ASI saja, dikhawatirkan kebutuhan anak tidak akan tercukupi. Selain karena kalori dalam ASi tidak akan mencukupi, jumlah produksi ASI pun juga pasti akan menurun.

Baca Juga: Dakwah Kesehatan dalam Kongres Bayi Aisyiyah

Nagrani juga menjelaskan bahwa salah satu bagian dari perkembangan anak ialah mengunyah makanan. Dalam tahap perkembangan itu, anak perlu dilatih untuk memindah posisi makanan dari kanan ke kiri saat mengunyah supaya otot-otot rahangnya ikut berolahraga. Aktivitas itu, menurutnya, perlu dilatih secara bertahap kepada anak.

Menurut Nagrani, MPASI dapat dimulai sejak anak berusia 4 bulan (jika memang dibutuhkan). Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa orang tua tidak boleh memberikan MPASI kepada anaknya lebih awal, misalnya karena dasar ingin segera memberikannya atau sebatas coba-coba.

Jika memang usia anak baru 4 bulan tetapi berat badannya kurang karena produksi ASI-nya mulai mengurang, Nagrani menambahkan, MPASI boleh mulai dilakukan dengan syarat sudah dikonsultasikan kepada dokter. Kandungan dalam MPASI juga perlu diperhatikan; apakah sudah mengandung karbohidrat, protein, lemak, buah-buahan, dan sayur-sayuran atau belum.

Nagrani menjelaskan bahwa tidak semua anak yang sedang melakukan MPASI akan terus makan secara lahap dan cepat. Menurutnya, yang perlu diperhatikan orang tua saat sedang melakukan MPASI ialah kandungan MPASI yang diberikan kepada anak apakah sudah terpenuhi, bukan durasi waktu berapa lama anaknya itu menghabiskan makanannya. Hal ini karena anak membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan kegiatan barunya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *