Berita

Berikan Layanan Komprehensif, Penyintas Gempa Cianjur Ucapkan Terima Kasih kepada Muhammadiyah

Gempa Cianjur

Cianjur, Suara ‘AisyiyahWarga terdampak gempa Cianjur mengaku mendapat manfaat atas keberadaan relawan Muhammadiyah. Pernyataan itu disampaikan oleh Gun-Gun, Ketua RT Kampung Ciender dalam jumpa pers “Respons Muhammadiyah untuk Cianjur Jawa Barat”, Senin (5/12).

“Kami sangat merasa terbantu sekali karena selama ini warga RT 04 itu hampir 100% rumah pada ambruk. Alhamdulillah kedatangan tim Muhammadiyah-‘Aisyiyah ini kami merasa terbantu dengan rumah hunian darurat itu, karena jangka waktu sekian lama rumah kami hancur sehingga tidak memungkinkan masuk rumah,” ujar Gun-Gun.

Ema Maryani, salah seorang penyintas gempa juga merasakan manfaat itu. Apalagi pihak relawan Muhammadiyah terus memantau kondisi kesehatan dan fasilitas para penyintas.

Ketua MDMC PP Muhammadiyah, Budi Setiawan menyebutkan bahwa selama 14 hari kedatangan Muhammadiyah di Cianjur, tercatat 670 relawan dari berbagai daerah yang sudah datang membantu. “Saat ini ada 457 relawan yang masih di Cianjur. Kami menggunakan prinsip standar internasional bahwa seorang relawan jangan tinggal lebih dari dua minggu, satu minggu itu harus kita putar,” ujar Budi.

Saat mendengar situasi bencana, Budi berceritera, MDMC pusat langsung melakukan kontak dengan ketua MDMC Jawa Barat dan MDMC Bogor untuk mengambil respons secepatnya.  Dalam hal ini, MDMC berkordinasi dengan pihak terkait seperti BNPB, Pemerintah Daerah, dan Dinas Kesehatan.

Selanjutnya, dari asesmen yang dilakukan, MDMC mengambil lima titik untuk pelayanan. “Dari 12 atau 14 kecamatan yang terdampak, Ciender, Sukamulya, Ciherang, Rimbangan Sari, dan Cariuk, kami pilih, setelah kita lihat daerah itu belum ada lembaga yang masuk sehingga kami pendampingan di lokasi itu,” ucap Budi.

Baca Juga: Jejak Emas Filantropi Muhammadiyah-Aisyiyah

Di Cianjur, MDMC melakukan berbagai upaya untuk membantu warga terdampak maupun para pihak yang bertugas. Layanan seperti logistik, kesehatan, pendidikan darurat, psikososial diberikan di lokasi.

“Titik layanan sangat membutuhkan banyak hal, bagi pengungsi yang di lokasi tenda darurat, berdasarkan ketentuan kami tidak boleh lebih dari seminggu sehingga kami mengusahakan tenda keluarga, itu sangat penting dan kami sangat menghargai privasi,” terangnya.

Budi menyebut bahwa dalam masa 1 minggu, 300 tenda daruat telah didirikan untuk per keluarga dengan ukuran 3×4 meter. “Jangan sampai orang yang tertimpa bencana masih mendapatkan layanan yang kurang baik,” tambah Budi.

Terkait layanan psikososial, Budi menyebut bahwa MDMC bekerja sama dengan Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) di berbagai daerah terutama yang memiliki progam studi psikologi.

Selain itu, Budi menyebut MDMC juga menggerakkan layanan dapur umum mobile atau food truck untuk membantu Baznas, TNI/Polri, maupun relawan di lokasi evakuasi di daerah puncak. Menurutnya, bantuan ini sangat diapresiasi oleh banyak pihak.

MDCM juga melakukan pendampingan bagi warga lapas yang juga terdampak bencana. Ia menyampaikan bahwa bangunan lapas yang rubuh menyebabkan harus didirikannya tenda darurat di lapas. MDMC dapat berkomunikasi dengan baik dengan pihak lapas maupun warga binaan dan menyediakan obat-obatan, vitamin, serta alat ibadah sesuai permintaan warga binaan.

Saat ini, menurut Budi, MDMC mengupayakan pembangunan tenda darurat keluarga yang lebih banyak lagi yang kemudian dalam dua hingga tiga bulan ke depan akan mendirikan hunian sementara yang bisa dihuni dalam jangka waktu dua hingga tiga tahun. Selain itu MDMC juga mendapatkan pesan dari Ketua PP ‘Aisyiyah, yakni Siti Noordjannah Djohantini untuk memberikan perhatian bagi anak-anak terutama balita yang rentan terkena penyakit.

Budi menyebut pihaknya akan melakukan pendataan untuk dapat menempatkan balita dan ibunya di lokasi yang lebih baik. Selain itu juga memberikan pendampingan psikososial untuk mendukung para ibu tetap memberikan ASI bagi para bayinya karena asupan ASI mampu menjaga daya tahan tubuh anak-anak dengan baik. (Suri/sb)

Related posts
Berita

Targetkan Bangun 1000 Hundar dan Siapkan Huntara, Muhammadiyah Dapat Dukungan PT Transjakarta dan Kemendikbud

Cianjur, Suara ‘Aisyiyah – Hunian darurat (hundar) yang dibangun oleh Muhammadiyah untuk para penyintas gempa Cianjur per tanggal 23 Desember 2022 sudah…
Berita

Bersama Kemenko PMK dan Kemenkes, MDMC Dukung Penguatan Keberlangsungan Oksigen Medis di Indonesia

Jakarta, Suara ‘Aisyiyah – Pandemi Covid-19 yang terjadi sejak tahun 2020 hingga sekarang menjadi pembelajaran tersendiri bagi bangsa Indonesia. Merebaknya varian delta di…
Berita

Relawan Muhammadiyah Berikan Pendampingan Psikososial Penyintas Gempa Cianjur

Cianjur, Suara ‘Aisyiyah – Dalam respons tanggap darurat gempa Cianjur, Muhammadiyah melaksanakan pendampingan psikososial terhadap warga penyintas. Kegiatan itu dilaksanakan oleh para…

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *