Bina Usaha Ekonomi ‘Aisyiyah (BUEKA) Kedungmutih Demak Berhasil Memproduksi Garam Rebu Beriodium ‘De Uyah’

Berita 28 Dec 2020 0 122x

Demak, Suara ‘Aisyiyah – Kelompok Bina Usaha Ekonomi ‘Aisyiyah (BUEKA) Kedungmutih Desa Kedungmutih saat ini berhasil memproduksi garam rebus beriodium dengan merk ‘De Uya’.  Produksi garam beriodium ini sudah berjalan selama dua tahun.

Garam rebus beriodium ini berbahan baku garam krosok biasa yang dicairkan dan diendapkan. Setelah proses pengendapan, kotoran dan zat-zat yang berbahaya diangkat dan dihilangkan. Selanjutnya, air direbus dalam wajan besar sampai kering sehingga Kembali mejadi garam lagi.

” Perebusan air garam ini antara 2-3 jam tergantung panas api kompor gas dan juga air garam yang direbus. Untuk produksinya sehari minimal garam jadi 50 Kg siap kemas,” ungkap Agus sebagai salah satu pekerja dalam pembuatan De Uyah.

Menurut Agus garam rebus produksi BUEKA Kedungmutih benar benar bersih dan hygenis karena garam krosok dibersihkan kembali lewat pencucian. Dapat dipastikan bahwa kotoran dan senyawa berbahaya diambil atau mengendap. Air garam yang telah direbus bersih warnanya bening tanpa kotoran, hal itu merupakan pembeda antara garam halus rebus dengan garam halus giling biasa.

Setelah proses perebusan air garam yang membuat garam menjadi halus dan putih bersih, terdapat biten atau sari air garam yang memiliki manfaat untuk menjaga kesehatan dari berbagai penyakit dan masker wajah.

Luluatul Mamluah salah satu Anggota BUEKA Kedungmutih mengungkapkan bahwa garam rebus ‘De Uyah’ selain menjadi penyedap rasa pada makanan, juga memberikan manfaat bagi kesehatan keluarga.

Saat ini ‘De Uyah’ sedang tahap pengurusan SNI. Pemesanan sementara terbatas lewat pameran pameran skala kabupaten saja dan juga dari mulut ke mulut anggota komunitas dan pembuatan hanya memenuhi pesanan dari pelanggan.

”Setelah semua perijinan selesai, produk garam rebus ini kita pasarkan secara terbuka ke berbagai daerah. Selain membawa nama desa, anggota kelompok bisa sejahtera karena ada penghasilan tambahan untuk keluarga dari produksi garam rebus ini,”  Ungkap Lulu.

Kontributor: Hening
Editor: Tami

Leave a Reply