Bolehkah Penderita Autoimun Divaksin?

Berita 10 Sep 2021 0 66x
Vaksin Covid-19

Vaksin Covid-19

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah Ahad (29/8), akun instagram @kawalcovid19.id mengadakan siaran langsung dengan mengusung tema “Autoimun dan Vaksinasi, Bolehkah?”. Kegiatan ini menghadirkan Sandra Sinthya Langow, seorang Dokter Spesialis Penyakit Dalam sebagai narasumber.

Dalam kesempatan tersebut, Sandra menjelaskan bahwa penderita autoimun merupakan orang yang rentan tertular penyakit dan virus, termasuk Covid-19. Jika seorang penderita autoimun tertular Covid-19, jelasnya, kondisinya bisa jadi lebih buruk.

Autoimun bukan hanya terdiri dari satu jenis penyakit, tetapi beberapa penyakit yang ada dalam satu payung autoimun. Hasil penelitian yang dilakukan di Wuhan, menurut Sandra,  menunjukan bahwa seorang penderita autoimun cenderung memiliki gangguan pernapasan sehingga penanganannya cenderung lebih berat.

“Secara umum, penanganan pasien autoimun yang mengalami Covid atau terkonfirmasi Covid sebenarnya tidak jauh berbeda dengan populasi umum. Jadi obat-obat yang simtomatik, antivirus, atau obat yang mungkin lebih canggih, itu juga bisa diberikan untuk penyandang auto imun. Jadi secara umum penanganannya sama,” ujar Sandra.

Baca Juga: Epidemiolog: Vaksinasi dan Protokol Kesehatan Kunci Penanganan Pandemi Covid-19

Hanya saja, Sandra menambahkan, penderita autoimun seringkali sudah menggunakan obat untuk pengobatan penyakitnya. Menurutnya, jika penderita autoimun terpapar Covid-19, penggunaan obat tersebut harus dihentikan.

Sandra mengatakan bahwa penderita autoimun harus diprioritaskan untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19. Syarat bagi penderita autoimun ketika hendak melakukan vaksinasi kurang lebih sama dengan orang-orang pada umumnya, yaitu kondisi tubuh yang sehat. Akan tetapi, bagi penderita autoimun, ia harus berkonsultasi dulu kepada dokter yang merawatnya.

“Penyandang autoimun bisa divaksin jika dalam kondisi stabil –dan semuanya (berbagai organisasi dunia terkait autoimun, -red ) tidak merekomendasikan salah satu merek tertentu. Tapi sebagian daripada organisasi dunia itu, justru statementnya adalah untuk segera mendapatkan vaksinasi apa saja yang tersedia di negara kita masing-masing. Jadi, itu rekomendasinya. Segera vaksin dengan vaksin yang ada,” tegas Sandra.

Bsandra juga menjelaskan bahwa efek samping yang dirasakan penderita autoimun setelah vaksinasi sama dengan orang-orang pada umumnya. (fathia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *