Budaya Hukum di Indonesia Mengalami Perubahan pada Masa Pandemi

Berita 16 Des 2021 0 74x

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah – Agus Sudaryanto selaku Dosen Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada Yogyakarta mengatakan bahwa budaya hukum merupakan seperangkat ide, gagasan, konsep, perilaku, dan hasil karya manusia yang mempengaruhi berlakunya hukum. Budaya hukum penting bagi kehidupan manusia karena diciptakan dengan tujuan ketenteraman, kesejahteraan, keadilan, dan kepastian untuk kesejahteraan masyarakat.

Hal tersebut ia katakan dalam Podcast Dialog Dakwah Budaya dengan tema “Perempuan dan Budaya” dalam kanal YouTube @Tabligh Muhammadiyah pada Kamis (15/12).

Sudaryanto menjelaskan, dalam budaya hukum, terdapat budaya hukum yang positif dan budaya hukum yang negatif. Budaya hukum yang negatif biasanya tercipta karena ketidaksiplinan akan peraturan yang ada. Contohnya telat datang ke kantor dan tidak taat peraturan.

Baca Juga: Penegakan Hukum Tebang Pilih, Apa yang Harus Dilakukan?

Selanjutnya, ia menerangkan bahwa pada masa pandemi ini banyak perilaku manusia yang berubah dalam budaya hukum. Menurutnya, “terdapat bukti bahwa budaya hukum berubah pada masa pandemi. Contohnya adalah pegawai. Secara hukum normal, pegawai ketika pandemi dianjurkan untuk WFH (work from home), namun dalam konteks ini mereka beranggapan bahwa WFH sama dengan libur di rumah, sehingga kemudian ini menjadi budaya yang negatif”.

Sudaryanto juga menanggapi masih maraknya perilaku yang menempatkan perempuan sebagai konco wingking. Padahal, Islam sangat menghargai perempuan. Artinya, ada pemaknanaan dan/atau pemahaman yang keliru di masyarakat. “Kurang pas dalam pemaknaannya, bahwa perempuan atau laki laki memiliki peran penting dalam masyarakat ataupun keluarga,” terangnya. (septi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *