Budidaya Hewan Koloni, ‘Aisyiyah Demak Lakukan Budidaya Lebah Klanceng

Berita 19 Des 2020 0 212x

Demak, Suara ‘Aisyiyah – Berbekal rasa penasaran, sejumlah Ibu-Ibu ‘Aisyiyah di Demak mulai membudidayakan lebah klanceng atau kelulut (Trigona bee). Lebah yang satu ini memiliki sejumlah kelebihan, seperti antioksidan, antibakteri, dan antiperadangan yang memiliki banyak manfaat bagi manusia. Meskipun, saat ini manfaat lebah klanceng ini belum begitu banyak dilirik oleh para peternak.

“Sudah ada dua rumah yang punya sarang klanceng. Kami belajar secara otodidak, sehingga masih terus belajar,” ungkap Nazilah sebagai anggota ‘Aisyiyah Demak.

Terealisasikannya budidaya lebah klanceng oleh warga Dusun Patengan dimulau sejak tiga bulan terakhir tepatnya pada bulan September, budidaya ini berawal dari ajakan Lazismu Demak untuk mengikuti pelatihan beternak tawon klanceng di daerah Kudus sebagai sebuah bentuk budidaya hewan berkoloni.

“Madu klanceng  memiliki banyak manfaat bagi kesehatan dan mudah dipelihara serta tidak memerlukan lahan khusus,” Ungkap Junaidah sebagai peternak klanceng sekaligus aggota dari ‘Aisyiyah.

Kendati demikian, pada awalnya Junaidah mengaku merasa kesulitan dalam melakukan budidaya lebah klanceng terkhusus saat memisahkan sarang lebah agar dapat dijadikan koloni. Proses memanen madu yang diharapkan membutuhkan waktu sekitar 3-4 bulan lamanya.

Junaidah mengungkapkan bahwa proses budidaya lebah klanceng tidak menyulitkan, tetapi perlu adanya ketelitian dan kecermatan dalam mengontrol perkembangan lebah tersebut. Hal itu dikarenakan rentan adanya serangan dari predator, salah satunya adalah semut. Selain itu, salah satu tips agar madu yang dihasilkan dapat lebih banyak yaitu dengan menanami bunga pada sekitaran kendang.

Harapan terbesar untuk kedepannya yaitu dengan diadakannya pelatihan lebih lanjut dari instansi terkait, sehingga budidaya lebah klanceng dapat terus berkembang.

Kontributor (Hening), Editor (Tami).

Tinggalkan Balasan