Berita

Buka Pengajian Ramadhan 1443 H, Haedar Nashir Ajak Warga Muhammadiyah Hadirkan Religiusitas yang Mencerahkan

Haedar Nashir Refleksi Akhir Tahun Muhammadiyah

Haedar Nashir Refleksi Akhir Tahun MuhammadiyahYogyakarta, Suara ‘AisyiyahKetua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir secara resmi membuka Pengajian Ramadhan 1443 H PP Muhammadiyah. Pengajian bertema “Membangun Religiusitas yang Mencerahkan” ini rencananya akan berlangsung tanggal 5-7 April 2022.

Dalam sambutannya, Haedar Nashir menjelaskan bahwa tema ini diangkat dengan mempertimbangkan dua hal. Pertama, sebagai gerakan Islam, Muhammadiyah semestinya menghidupkan tajuk-tajuk keislaman yang khas, yang menyentuh religiusitas dari dimensi keagamaan.

Kedua, saat ini manusia berada di era baru yang disebut sebagai postmodernisme. Pada era ini, muncul disrupsi dalam dua dimensi, yakni disrupsi dalam makna perubahan yang bersifat netral, dan disrupsi yang melahirkan kekacauan nilai sosial, ekonomi, politik, bahkan keruhanian.

Menanggapi situasi tersebut, Muhammadiyah melahirkan risalah pencerahan sebagai bagian dari risalah Islam Berkemajuan. Risalah pencerahan ini merupakan upaya untuk mencerahkan kehidupan di tengah perubahan. “Muhammadiyah ingin menghadirkan religiusitas yang mencerahkan,” terang Haedar.

Baca Juga: Merekat Persatuan dengan Islam Wasathiyah

Religiusitas dalam pandangan Muhammadiyah mempunyai pijakan pada syariah. Pada saat yang sama, religiusitas itu mampu memberi nilai-nilai ruhaniyah pada masyarakat untuk mengarungi kehidupan.

Dalam Islam, lanjut Haedar, rujukan utama religiusitas bersumber dan punya pondasi kuat pada konsep ihsan. Menurutnya, ihsan adalah kebajikan yang melampaui, yang merupakan hasil dari relasi antara hablun min Allah dan hablun min an-nas.

Ihsan melahirkan spiritualitas, moralitas, etika, dan tindakan yang luhur, yang membuahkan pencerahan hidup bagi diri, keluarga, masyarakat, umat, bangsa, dan kemanusiaan semesta,” ujar Haedar, Selasa (5/4).

Haedar berpesan, era disrupsi harus dipandang dengan sudut pandang yang lebih luas: jangan serba menerima, dan jangan pula serba mengkritik. Warga Muhammadiyah, kata dia, harus mempunyai sikap beragama dan berbangsa yang moderat, toleran, dan mampu melahirkan pencerahan bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan semesta.

Pengajian Ramadhan ini dihadiri oleh pimpinan Muhammadiyah-‘Aisyiyah dari seluruh Indonesia, bahkan dunia. (sb)

Related posts
Berita

Pembangunan Masjid Muhammadiyah di Aceh Dihentikan, Sekum PP Muhammadiyah Ikut Bersuara

Bireuen, Suara ‘Aisyiyah – Aparat gabungan dari Satpol PP. Sangso satu desa yang berada di Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen, Aceh, melakukan penghentian…
Berita

Haedar Nashir: Muhammadiyah Harus Serius Memperkuat Basis Ekonomi Umat

Bandung, Suara ‘Aisyiyah – Memperkuat basis ekonomi umat adalah jihad fii sabilillah. Pernyataan itu disampaikan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dalam…
Berita

Tausyiyah Ketua Umum PP Muhammadiyah dalam Silaturahmi Idulfitri 1443 H Keluarga Besar Muhammadiyah

PP Muhammadiyah melalui Haedar Nashir selaku Ketua Umum menyampaikan selamat Idulfitri 1443 H. Taqabbalallu minna wa minkum, kullu ‘aamin wa antum bi…

5 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.