Bukan Mager, Perempuan Harus Gercep

Perempuan Wawasan 22 Des 2021 0 168x

Peran Perempuan di Era GlobalisasiOleh: Wakhidah Noor Agustina

Maka apabila kamu telah selesai dari suatu urusan, kerjakanlah dengan sungguh-sungguh urusan yang lain”. (Q.S. Al-Insyirah: 7).

Sebagai seorang perempuan, kita tidak boleh mager (malas gerak), enggan atau sedang tidak bersemangat untuk melakukan aktivitas apapun. Dengan mager, selain bukan sesuatu yang baik, hal ini akan membuat seseorang untuk menunda melakukan kegiatan.

Gaya hidup orang zaman now menjadi penyebab mager, di antaranya: menonton TV dan pemakaian gawai yang memudahkan akses terhadap banyak hal. Sebagai muslimah, kita harus berupaya untuk mengusahakan perbaikan diri menjadi lebih baik lagi, sebisa mungkin melakukan kebaikan, yang tidak akan dapat teresalisasi jika seseorang dalam kondisi mager, tidak bersemangat untuk menjadi lebih baik lagi. Jangan sampai kita kehilangan ampunan Allah dan surga-Nya.

Rasulullah mengajarkan kepada kita untuk berdoa, “Allahumma inni a’udzubika minal hammi wal hazani wa a’udzu bika minal jubni wal bukhli wa a’udzubika min gholabatid dayni wa qahrir rijaal“, yang artinya, “Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari rasa gelisah dan sedih, dan aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan, dan aku berlindung kepada-Mu dari pengecut dan bakhil, dan juga aku berlindung kepada-Mu dari tekanan hutang dan kesewenang-wenangan orang” (HR. Bukhari).

Doa yang kita kenal untuk menghilangkan kesulitan dan melunasi hutang yang kita baca di waktu pagi dan petang. Selain itu, doa ini juga dapat menjadi penguat kita agar dihindarkan dari kelemahan serta kemalasan yang melanda diri. Ini berarti, melindungi kita agar tidak malas-malasan, agar mager tidak terlalu lama menghinggapi seseorang.

Berikut beberapa hal yang dapat kita lakukan agar tidak mager:

Pertama, berdoa. Rasulullah menganjurkan kita untuk berdoa. Selain sebagai bukti ketaatan kepada-Nya, dengan berdoa semoga Allah meridhoi. Kita harus selalu bersemangat, bersegera dalam kebaikan, dan memanfaatkan waktu dengan baik. Mager hanya akan membuat seseorang lalai, membuka peluang melakukan perbuatan yang sia-sia, sehingga hanya mendapatkan penyesalan dan kerugian. Selain harus berusaha sekuat tenaga agar tidak mager, kita juga harus berdoa agar dihilangkan sifat malas dari diri kita, sebagaimana diajarkan Rasulullah yang selalu kita baca  dalam Al-Ma’tsurat tersebut di waktu pagi dan petang.

Kedua, memotivasi diri. Saat seseorang mager, kadang sampai kesulitan meninggalkannya, bahkan merasa gagal dan putus asa. Kita harus segera mengingat kembali tujuan dan cita yang ingin diraih dan ingat juga manfaat jika kita tidak mager. Dapat juga kita berikan sugesti positif bagi diri kita sendiri, dengan meyakinkan diri bahwa kita dapat menghilangkan mager ini, harus selalu kita usahakan yang terbaik dan tentu saja bersabar, karena tidak semudah teori dalam menghilangkan rasa malas tersebut.

Baca Juga: Perempuan, Berhenti Jadi Kepiting

Ketiga, membuat skala prioritas. Untuk membantu kita dalam mengatur prioritas, dapat kita manfaatkan bagan Eisenhower matrix yang membagi pekerjaan berdasarkan mendesak tidaknya, penting tidaknya, yaitu: penting dan mendesak, penting dan tidak mendesak, tidak penting dan mendesak, serta tidak penting dan tidak mendesak.

Keempat, jangan menunda melakukan. Tidak membuat banyak alasan, kerjakan satu hal, pilihlah aktivitas atau tenggat yang harus kita selesaikan untuk dikerjakan pertama. Paksalah diri kita untuk mengerjakannya, dengan demikian kita mendapat irama khusus dan merasa nyaman menyelesaikan aktivitas selanjutnya.

Kelima, mengusahakan lingkungan yang baik. Jika menyemangati diri sendiri terasa sulit dilakukan, saatnya kita mengusahakan lingkungan baik yang dapat memotivasi kita agar tidak mager. Karena saat mager, terkadang seseorang kesulitan bangkit seorang diri. Hal yang dilihat, didengar dan dipikirkan akan sangat mempengaruhi pikiran dan perilaku kita, sehingga kita dapat memulai dengan melihat, mendengar dan memikirkan orang yang telah sukses di lingkungan sekitar kita. Kita dekati mereka, kita ambil pelajaran dari pengalaman mereka dan mintalah motivasi, mengikuti gercep mereka, dan meminta untuk mengingatkan serta memotivasi kita agar mager segera kita jauhkan dari diri kita.

Keenam, memaksa diri melawan mager. Untuk melawan mager, kita harus memaksa diri. Saat mager melanda, yang harus kita lakukan adalah paksa dan lawan. Jika kita berhasil menyingkirkannya, setelah berkegiatan, maka mager akan segera meninggalkan kita.

Ketujuh, mulailah dari sekarang. Jangan pernah menunda aktivitas meskipun kita masih punya waktu sebelum tenggatnya, karena akan menjadikan kita malas-malasan dan santai, sebagai pokok dari mager. Biasakan diri kita memulai kegiatan tepat waktu, jangan sampai menundanya. Lakukanlah mulai dari sekarang juga.

Kebalikan dari mager tersebut yang harus kita hindari adalah gercep, gerakan cepat. Anjuran untuk melakukan sesuatu lebih cepat dari biasanya, atau tanggapan yang cepat oleh seseorang terhadap sesuatu. Allah swt. memerintahkan kita untuk bergegas, “maka berlarilah (bergegaslah) menuju kepada Allah” (Q.S. Adz-Dzariyat: 50). Kita diperintahkan untuk berpindah dari yang buruk menuju kebaikan, berpindah dari kebodohoan menuju ilmu, dari ragu menjadi yakin.

Sebagai muslimah, kita dianjurkan untuk selalu bergegas (gercep) menuju kebaikan, sehingga gejala mager yang menjadi penghalang dalam melaksanakan perintah Allah dapat kita tinggalkan. Kesempatan baik untuk menuju kebaikan jangan disia-siakan karena mager. Sebaliknya, kita dianjurkan harus selalu gercep, bersegera dalam kebaikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *