Busyro Muqoddas Sebut Indeks Demokrasi Indonesia Mengalami Penurunan

Berita 28 Des 2021 1 41x

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah – Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengadakan Webinar Akhir Tahun 2021 dengan tema “Menahan Laju Regresi Demokrasi dan Kegagalan Politik Desentralisasi di Indonesia”. Webinar ini menghadirkan 6 (enam) narasumber yang disiarkan langsung pada kanal YouTube @Ilmu Pemerintahan Fisipol UMY pada Selasa (28/12).

Busyro Muqoddas selaku Ketua PP Muhammadiyah dalam pengantarnya menyampaikan bahwa refleksi akhir tahun ini tidak dapat dilepaskan dari dialektika antara dunia akademis dan dunia praktik birokrasi. Ia kemudian memaparkan ada 6 (enam) indikasi refleksi demokrasi:

Pertama, korupsi di era demokrasi. Menurutnya, sikap pembiaran presiden terhadap tindaan pemecatan 57 pegawai KPK adalah kurang tepat secara moral, bahkan dapat digolongkan sebagai pelanggaran HAM. Kedua, korupsi dan memburuknya indeks demokrasi di masa pendemi.

Ketiga, kekuatan masyarakat sipil menghadapi banyak kekerasan, peretasan, dan pelemahan, seperti terwujud dalam pengesahan UU KPK, omnibus law, dan UU Minerba. Keempat, tewasnya 2 mahasiswa  Kendari korban radikalitas politik dan polisi ketika demo melawan pengesahan revisi Undang-undang KPK.

Kelima, penegakan hukum dan pemberantasan dugaan teroris yang intransparan dan komodifikasi isu intoleransi dan radikalisme moderasi beragama. Keenam, ketidakadilan tata kelola sumber daya alam.

Ia juga memaparkan mengenai kausalitas korupsi hulu-hilir di Indonesia. Salah satu yang ia jelaskan yaitu terdapat kesamaan modus korupsi. “Pengambilan hutang politik ongkos pemilukada dan sekaligus pemburuan rente,” ungkapnya.

Baca Juga: Oligarki Menggurita, Muhammadiyah Diminta Lebih Pro Aktif Menyuarakan Kepentingan Rakyat

Dengan berbagai problem tersebut, Busyro mengatakan bahwa Indonesia kini sedang mengalami tuna demokrasi. “Bangkitnya dinasti nepotisme-despotik merupakan setback budaya dan adab politik sekaligus berpeluang besar kebalinya rezim otoriter-korup orde baru,” imbuhnya.

Di akhir paparannya, Busyro memberikan kesimpulan bahwa dalam dua tahun perjalanan pemerintahan Presiden Joko Widodo semakin memperkuat relasi imperium oligarki dengan korupsi. Demokrasi semakin menjadi artifisial dan semakin tergerus oleh hasrat kekuasaan.

“Semoga derita rakyat teradvokasi oleh elemen masyarakat sipil yang masih menjunjung tinggi independensi dan harkat martabat diri bersama pengemban amanat bangsa yang masih tersembunyi di balik tirai,” pungkasnya. (septi)

One thought on “Busyro Muqoddas Sebut Indeks Demokrasi Indonesia Mengalami Penurunan”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *