Kesehatan

Cacar Monyet: Gejala, Penularan, dan Langkah Pencegahan

cacar monyet
cacar monyet

cacar monyet (foto: hellosehat)

Baru-baru ini kita mendengar kasus pertama cacar monyet di Indonesia. Seorang WNI yang baru pulang dari perjalanan luar negeri mengalami demam dan pembesaran kelenjar getah bening di belakang telinga. Setelah diperiksa dan dilakukan tes, hasilnya positif: ia terkena cacar monyet. Sebenarnya apa sih cacar monyet itu?

Asal-usul Cacar Monyet

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), cacar monyet merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus monkeypox. Penyakit ini merupakan infeksi zoonosis virus, yang artinya dapat menyebar dari hewan ke manusia. Selain itu bisa juga menular ke sesama manusia.

Kasus cacar monyet bukanlah hal yang pertama di dunia. Kasus ini sudah pernah terjadi di Zaire, yang sekarang berubah nama menjadi Republik Demokratik Kongo pada tahun 1970. Waktu itu, cacar monyet menginfeksi seorang anak laki-laki berusia 9 bulan.

Seperti yang dilansir dari web resmi WHO, monkeypox awalnya menginfeksi negara Afrika bagian barat dan tengah. Sejak tahun 1970, kasus itu telah dilaporkan terjadi di 11 negara Afrika, yaitu: Benin, Kamerun, Republik Afrika Tengah, Republik Demokratik Kongo, Gabon, Pantai Gading, Liberia, Nigeria, Republik Kongo, Sierra Leone, dan Sudan Selatan.

Cacar monyet kini menjadi penyakit yang cukup menyedot perhatian masyarakat global, karena tidak hanya menyerang negara Afrika, tetapi juga seluruh dunia. Pada 2003, wabah pertama di luar Afrika terjadi di Amerika Serikat. Dan kini, penyakit ini menyambangi Indonesia.

Penularan

Bentuk penularan penyakit dari hewan ke manusia (zoonotic) dapat terjadi dari kontak langsung dengan darah, cairan tubuh, atau lesi kulit mukosa dari hewan yang terinfeksi. Di Afrika, bukti infeksi virus tupai monkeypox telah ditemukan pada banyak hewan, termasuk tupai tali, tupai pohon, dan lain-lain.

Sedangkan penularan dari manusia ke manusia dapat terjadi melalui kontak dekat dengan sekret pernapasan, lesi kulit orang yang terinfeksi, atau benda yang baru saja terkontaminasi. Penularan melalui plasenta dari ibu ke janin juga berisiko. Oleh karenanya, ibu hamil yang terinfeksi cacar monyet berpotensi menularkannya kepada si janin. Namun, untuk saat ini belum ada kejelasan apakah penyakit ini dapat ditularkan secara khusus melalui jalur penularan seksual atau tidak.

Tanda dan Gejala

Masa inkubasi (interval dari infeksi hingga timbulnya gejala) cacar monyet biasanya berlangsung selama 6 hingga 13 hari. Bisa juga antara 5 hingga 21 hari. Gejala cacar monyet yang paling umum diidentifikasi selama wabah 2022 adalah demam, sakit kepala, nyeri otot, sakit punggung, energi rendah, dan pembengkakan kelenjar getah bening yang disertai dengan perkembangan ruam yang dapat berlangsung selama dua hingga tiga minggu.

Baca Juga: Recovery Pasca Stroke Bersama Fisioterapi

Ruam dapat memengaruhi wajah, telapak tangan, telapak kaki, selangkangan, daerah genital dan/atau anus. Ruam itu juga dapat ditemukan di mulut, tenggorokan, anus atau vagina, atau di mata. Jumlah luka dapat berkisar dari satu hingga beberapa ribu. Luka pada kulit mulai rata, kemudian terisi cairan sebelum mengeras, mengering dan rontok, dengan lapisan kulit baru terbentuk di bawahnya.

Umumnya, gejala cacar monyet dengan cacar air hampir serupa. Adapun yang membedakan keduanya adalah dari segi ruam yang muncul di telapak tangan dan kaki pada cacar monyet.

Langkah Preventif

Pemerintah Indonesia sudah mengimbau kepada masyarakat untuk tidak perlu panik dengan cacar monyet. Sama hanya dengan cacar biasa, vaksinasi dapat melawan penyakit ini dengan tingkat keberhasilan 85%.

Walaupun demikian, perlu ada pencegahan yang dimulai dari diri sendiri. Ada dua langkah yang perlu diperhatikan oleh masyarakat terkait cacar monyet ini. Hal ini disampaikan langsung oleh Hanny Nilasari selaku Ketua Satgas Monkeypox PB IDI, yaitu terus menerapkan protokol kesehatan dan lebih aktif menjalankan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Oleh: Sri Maharani Harahap (mahasiswa magang Suara ‘Aisyiyah)

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.