Cara Mengatasi Cedera Kepala pada Anak Ketika di Rumah

Berita 30 Agu 2021 0 61x

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah – Dokter Anak Ahli Pediatic Gawat Darurat Antonius Hocky Pudjiati menyampaikan berbagai dampak yang disebabkan dari cedera kepala pada anak, yaitu: (a) kulit kepala lecet, robek, dan menyebabkan pendarahan pada kepala; (b) retaknya tulang tengkorak sehingga menekan otak, dan; (c) memar serta pendarahan pada bagian dalam kepala akibat peningkatan tekanan.

Pembahasan itu disampaikan pada siaran langsung di akun YouTube @official primaku channel dengan tema “Mengatasi Cedera Kepala Pada Anak di Rumah” pada Sabtu (28/8). Kegiatan ini memfokuskan pada cedera yang sering dialami anak di rumah, baik cedera ringan ataupun berat.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa cedera yang terjadi biasanya dapat menimbulkan berbagai reaksi, baik di luar maupun di dalam kepala. Orang tua harus memahami berbagai cara untuk mengatasi cedera kepala yang terjadi pada anak, sehingga dapat segera mencegah berbagai kemungkinan buruk, seperti kerusakan otak yang menekan pusat-pusat vital dalam tubuh anak.

Baca Juga: Theraplay: Mengelola Emosi dan Perilaku Anak dengan Bermain

Terdapat beberapa langkah yang dijelaskan oleh Antonius dalam mengatasi cedera kepala anak yang dapat menjadi pedoman bagi orang tua dalam mengatasi masalah tersebut:

Pertama, jangan panik. Meski sulit, orang tua harus bisa mengatasi hal tersebut dengan kepala dingin dan mengambil solusi terbaik setelah melihat kondisi si anak. Apabila orang tua panik, maka anak juga akan ikut panik dan ketakutan.

Kedua, pindahkan anak ketempat yang lebih aman dengan menjaga dan memperhatikan bagian kepala, bahu, dan leher karena ditakutkan cedera juga terjadi pada bagian tersebut.

Ketiga, memperhatikan kondisi si anak. Dalam hal ini, orang tua harus memperhatikan dengan saksama  kondisi anak untuk melihat reaksi tubuhnya akibat cedera yang dia alami pada bagian kepala. Orang tua harus memperhatikan kesadaran anak. Apabila kesadaran anak menurun atau terdapat pendarahan yang tidak berhenti di bagian kepala, anak harus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat.

Keempat, apabila anak hanya mendapatkan luka ringan akibat benturan, orang tua harus melakukan pertolongan pertama. Sbegai contoh, ketika anak hanya mendapatkan benjol di bagian luar kepala, hal tersebut bisa diatasi dengan mengompres bagian kepala yang benjol selama 10-15 menit.

Tidak hanya orang tua, anggota keluarga lainnya juga dapat mempelajari langkah-langkah  dalam mengatasi cedera kepala pada anak, sehingga apabila anak tidak berada dalam pengawasan orang tua, pertolongan pertama dapat segera dilakukan.

Di akhir kegiatan, Antonius berpesan, “pencegahan itu sangat penting. Awasi setiap aktivitas yang dilakukan si kecil, baik di dalam maupun di luar rumah dan lakukan langkah-langkah dalam mengatasi cedera kepala pada anak tadi, sehingga dapat menghindari berbagai risiko yang akan terjadi,” tutur Antonius. (cheny)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *