Cara Mengenali dan Menstimulasi Kecerdasan Anak

Berita 29 Sep 2021 0 68x
anak

anak

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah – Sebagian masyarakat Indonesia masih menganggap kecerdasan anak hanya bisa diukur dengan nilai yang bagus dalam setiap mata pelajaran di sekolah. Padahal, setiap anak mempunyai potensi dalam dirinya dan potensi tersebut tidak akan sama dengan anak lainnya.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Wulansari Ardianingsih pada siaran langsung yang diadakan akun Instagram @tentang anak official. Wulansari mengemukakan, orang tua dapat menggunakan berbagai cara untuk menstimulasi kecerdasan anak. Orang tua dapat melihat perkembangan anak melalui berbagai interaksi yang dilakukan oleh anak dengan lingkungan sekitar.

Anak, kata Wulandari, dapat memilih berbagai potensi yang ada pada dirinya sebelum usia 14 tahun. Sehingga saat menginjak usia 14 tahun, anak sudah mempunyai bidang yang ingin dia tekuni. “Minat anak sebelum usia 14 tahun masih sering berubah-ubah, namun setelah memasuki usia 14 tahun, anak mulai tertarik pada satu minat tertentu,” ungkap Wulansari, Selasa (28/9).

Baca Juga: Anakku Tidak Belajar Mengeja, Tapi Belajar Membaca

Wulansari menjelaskan ada delapan jenis kecerdasan anak yang dapat dikenali oleh orang tua untuk mendorong potensi anaknya sedini mungkin. Delapan jenis kecerdasan tersebut adalah: musikal, logika matematika, bahasa, visual spasial, gerak, naturalistik, interpersonal, dan intrapersonal.

Lebih lanjut, Wulansari menjelaskan bahwa gawai dapat menjadi alat bantu dalam mengembangkan potensi anak. Terlebih saat masa pandemi saat ini, akses anak untuk keluar rumah terbatas. Dengan adanya gawai, anak dapat meng-eksplore berbagai pengetahuan dan hiburan sehingga menarik perhatian anak pada bidang yang mereka sukai, namun harus tetap dalam pengawasan orang tua.

Selanjutnya, Wulansari menjelaskan untuk anak berkebutuhan khusus, mereka juga memiliki tahapan yang sama dengan anak lainnya. Namun, orang tua harus lebih ekstra dalam mengenalkan berbagai bidang yang dapat di-eksplore oleh mereka. Contohnya, pada bidang musik, anak akan lebih aktif dan terlihat tertarik pada suara yang mereka dengar.

“Anak berebutuhan khusus juga memiliki ketertarikan pada bidang tertentu, sama dengan anak lainnya. Oleh karena itu, orang tua tidak perlu khawatir dengannya dan jangan membatasi ketertarikan anak berkebutuhan khusus pada bidang yang dia sukai,” jelas Wulansari. (cheny)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *