Cara Meningkatkan Kualitas Guru TK

Konsultasi 12 Mar 2020 0 340x

PERTANYAAN

Assalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh

Kak ‘Aisy yang terhormat.

Alhamdulillah, saya sudah 10 tahun menjalani profesi sebagai Guru Taman Kanak-Kanak (TK) ‘Aisyiyah di desa kami, dengan suka duka, penuh dengan perjuangan, untuk lebih memajukan sekolah,  agar sekolah kami mendapatkan kepercayaan dari masyarakat. Akan tetapi, sebagai tenaga pendidik, saya tidak memiliki kesempatan yang luas untuk mengikuti kursus, atau ke-giatan lain yang ditujukan untuk meningkatan kemampuan mengajar. Kondisi ini disebabkan karena domisili TK kami ada di pedesaan dan keterpenuhan transportasi juga terbatas. Oleh karena itu, kami menginginkan saran dari Kak ‘Aisy tentang bagaimana agar anak didik kami maju dan kami sebagai guru dapat memiliki kemampuan untuk menjaga kualitas sekolah yang kami kelola. Atas jawaban dari Kak ‘Aisy, saya sampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya.

Wassalaamu’alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuh.

Mutmainah, di  Aceh

(Dok. Suara ‘Aisyiyah)

JAWABAN

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wa barakatuh

Ibu Mutmainah yang dirahmati Allah. Kak ‘Aisy memberikan apresiasi atas ihtiar Ibu untuk memajukan sekolah Taman Kanak-kanak ‘Aisyiyah Bustanul Athfal (TK ABA) yang menjadi tanggungjawab Ibu sebagai pendidik yang diberi amanah pada sekolah tersebut. Insya Allah, perjuangan Ibu akan menjadi catatan amal bagi Ibu.

Ciri khas TK ABA adalah kegembiraan anak yang bermain sambil belajar menanamkan nilai-nilai keislaman melalui nilai iman, ilmu, dan amal. Nilai iman sebagai bentuk keyakinan berupa kepatuhan kepada Allah, Sang Pencipta Alam Semesta. Apabila guru ingin para  peserta didiknya memiliki kepribadian kuat dan menjadi manusia pembelajar yang berpikir ktitis serta bertanggung jawab, ia harus menanamkan kepada peserta didik beberapa hal berikut.

Pertama, “اللهُ مَعِيْ” Allah beserta saya.  Saat anak merasa selalu bersama Allah, ia akan berani menghadapi kesulitan atau tantangan dalam hidupnya. Pasalnya, ia selalu merasa disertai oleh Zat yang Maha Kuat.

Kedua, “اللهُ نَظَرَ عَلَيَ” Allah melihat saya. Mendidik kesadaran diri anak bahwa setiap aktivitasnya selalu berada dalam jangkauan penglihatan Allah swt. akan membuahkan sikap kejujuran pada diri anak itu sendiri. Karakter jujur ini akan menjaga anak agar menghindari perbuatan negatif dan atau berani mengakui kesalahan yang ia perbuat, tanpa melemparkan kesalahan tersebut pada orang lain. Sebab, anak tersebut menyadari bahwa sebesar apapun usahanya untuk berlepas diri dari kesalahan, ia tidak akan pernah bisa lepas dari pengawasan Sang Penguasa Jagad Raya.

Ketiga, “اللهُ شَاهِدِيْ” Allah menyaksikanku. Proses kelanjutan merasa diawasi, sehingga anak akan bersikap hati-hati karena merasa dekat dengan Allah. Dalam hal ini, penting bagi para guru untuk  menggunakan pendekatan bayani, burhani, dan irfani agar dapat melangsungkn pembelajaran yang berbasis nilai-nilai iman, ilmu, dan amal. Pendekatan bayani dapat dilakukan secara tekstual dengan menghafal, membaca, bahasa, dan apresiasi. Pendekatan burhani dapat dilakukan dengan pendekatan logika dan argumentasi, dalam bentuk tanya jawab dan  eksperimen. Sementara itu, pendekatan irfani adalah pembentukan kejiwaan yang dapat dihelat dengan metode beryanyi, bercerita, drama, melukis, maupun berwisata.

Pada era global tanpa sekat yang terus berkembang,  kita harus menyiapkan anak agar menjadi pribadi yang lebih fleksibel, responsif dan sesuai dengan keperluan dalam dunia yang lintas budaya dan bahasa.  Oleh karena itu, guru TK ABA  hendaknya,

Pertama. Berkepribadian matang sehingga memiliki keterpanggilan hati untuk melakukan pembelajaran yang kondusif, kreatif dan inovatif, dan meningkatkan semangat belajar siswa. Dalam hal ini, kekompakan, kebersamaan, dan kerjasama pendidik maupun peserta didik adalah sebuah keniscayaan

Kedua. Memiliki keterampilan membangkitkan peserta didik untuk menguasai sains dan teknologi. Harapannya, para guru mampu menerapkan pendekatan saintifik dan mengarahkan peserta didik untuk dapat berpikir logis, kritis, dan sistematis melalui kegiatan mengamati, bertanya, dan mencoba.

Ketiga. Mengembangkan profesi secara berkelanjutan yang dilakukan  melalui 3 bentuk, yaitu 1) pengembangan diri. 2) publikasi ilmiah (seorang guru harus rajin menulis artikel ilmiah), dan 3) karya inovatif (mencipta seni tari, seni suara, atau membuat alat peraga pendidikan). 

Kami yakin bahwa para guru TK ABA telah terpanggil jiwa pengabdiannya untuk terus berkomitmen mencerdaskan anak bangsa serta menyiapkan generasi emas 100 tahun  NKRI tahun 2045. Semoga  Ibu Mutmainah dan semua guru TK ABA selalu bersemangat dalam menyiapkan dan mengawal  anak-anak didik agar kelak menjadi orang dewasa yang produktif dalam mengisi kemerdekaan untuk memakmurkan bangsa dan agama.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi barakatuh.

 (Bunda Imah)

Leave a Reply