Cara Mudah Membuat Hand Sanitizer, Disinfektan, dan Masker 

Info Sehat 22 Sep 2020 0 80x

Sumber Ilustrasi : halodoc.com

Selain mencuci tangan dengan sabun dan hand sanitizer,penggunaan disinfektan juga diperlukan. Hal ini bertujuan untuk membunuh berbagai jenis virus dan bakteri di sekitar kita, termasuk coronavirus. Namun, daripada terburu-buru membeli, tidak ada salahnya untuk membuat sendiri Hand Sanitizer, Disinfektan, dan masker.

Pembuatan Hand Sanitizer

Terdapat cara membuat hand sanitizer  yang  aman dan mudah dari bahan yang terdapat di lingkungan sekitar kita. Pembuatan pembersih tangan atau hand sanitizer setidaknya menggunakan 60-70 persen alkohol. Dengan menggosokkan hand sanitizer ke tangan dan membiarkannya mengering, maka akan membersihkan tangan secara efektif. 

Penggunaan hand sanitizer akan efektif bila tangan kotor tetapi tidak berminyak. Namun bila Anda tidak dapat mencuci tangan memakai sabun dan air mengalir, hand sanitizer dapat menjadi pertolongan darurat. Lantas, bagaimana cara menggunakannya dengan benar? Tuangkan atau semprotkan hand sanitizer ke telapak tangan. Gosok tangan dengan seksama, pastikan bagian punggung tangan dan sela-sela jari juga terusap. Usap tangan paling tidak 20 detik sampai tangan kering. Jangan mengelap tangan atau membilas tangan dengan air agar hand sanitizer dapat bekerja secara optimal.

Cara membuat hand sanitizer yang mudah dan sederhana yaitu dengan memanfaatkan tumbuhan di sekitar kita de-ngan campuran alkohol. Pertama, menggunakan lidah buaya, merupakan tanaman ajaib dikarenakan lidah buaya membuat lembut kulit dan merupakan obat yang populer untuk luka bakar dan iritasi. Apabila digunakan untuk membuat hand sanitizer, lidah buaya dapat membantu menjaga kulit tetap lembab dan lembut. 

Cara pembuatannya yaitu, lidah buaya dikupas terlebih dulu. Kemudian dicuci dengan air mengalir untuk menghilangkan lendir. Potong kecil-kecil dan blender dicampur air. Setelah itu disaring dan diambil airnya, sekitar 1/4 cup gel lidah buaya. Kemudian campurkan gel lidah buaya dengan dan alkohol 70 persen di mangkuk kecil. Tambahkan essential oil.  Gunakan pipet untuk memasukkan campuran bahan-bahan tersebut dalam botol. Kocok isi botol, dan hand sanitizer siap digunakan.

Kedua, menggunakan buah lemon. Perasan air lemon sudah lama dipercaya ampuh mengangkat kotoran dan sebagai pembersih. Langkah mudah pembuatannya, yaitu campurkan air perasan lemon, sedikit lemon, dan sedikit air dalam botol spray. Gunakan campuran air ini sebagai hand sanitizer alami. 

Ketiga, menggunakan daun sirih dan lemon. Bahan-bahannya meliputi 50 gram daun sirih dan  200 ml air. Cara pembuatannya yaitu, cuci 50 gram daun sirih, kemudian keringkan 50 gram daun sirih yang telah dicuci. Potong daun sirih sampai berbentuk kecil-kecil. Rebus 200 ml air hingga mendidih. Lalu rendam 50 gram daun sirih yang telah dipotong kecil-kecil. Ambil panci, lalu lakukan proses steam pada air yang telah dicampur dengan 50 gram daun sirih. Steam menggunakan api kecil selama 30 menit. Setelah selesai, saring hasil steam. Hasil sari-ngan ini merupakan ekstrak daun sirih yang dapat digunakan sebagai pengganti etanol yang ada pada hand sanitizer

Tambahkan jeruk nipis ke dalam ekstrak daun sirih. Lalu campurkan ekstrak jeruk nipis dan ekstrak daun sirih ke dalam satu wadah. Aduk dan tambahkan air agar hand sanitizer tidak berwarna. Baunya pasti bau daun sirih, tetapi ini efektif. Jadi, kadar daun sirih sebesar 15 persen ke atas itu sama efektifnya dengan etanol, dalam hal kemampuan mengurangi jumlah bakteri.

Pembuatan Disinfektan

Disinfektan adalah cairan pembunuh kuman, virus, dan bakteri yang dikhususkan bagi  benda yang sering disentuh saja. Misalnya gagang pintu, remote TV, dan lain sebagainya.  Cairan disinfektan juga bukan untuk disemprotkan ke bagian tubuh manapun. Tidak boleh juga disemprotkan ke baju, Disinfektan dibuat secukupnya, karena cairan disinfektan hanya bertahan atau dapat dipakai dalam 24 jam saja. Jadi, buatlah hanya untuk kebutuhan satu hari. 

Hati-hati saat membuat disinfektan. Bagaimanapun juga, cairan disinfektan dibuat dari bahan-bahan kimia yang memiliki efek khusus jika terkena kulit secara langsung. Oleh karena itu, selalu berhati-hati saat membuat disinfektan di rumah. Gunakan sarung tangan dan masker saat membuat dan menyemprotkannya.  Cara membuat disinfektan sendiri ternyata cukup mudah, dengan bahan-bahan yang dapat diperoleh di toko terdekat. 

Pertama, menggunakan pemutih pakaian. Campurkan 95 mililiter cairan pemutih pakaian dengan 905 mililiter air ke dalam wadah semprotan. Pastikan kedua bahan tercampur rata. Perbandingan campuran cairan pemutih pakaian dengan air harus akurat. Karena kandungan natrium hipoklorit pada pemutih sebesar 5,25 persen. Sedangkan kadar yang dibutuhkan untuk menjadi disinfektan hanya 0,5 persen. maka dari itu, perlu pengenceran yang pas.

Kedua, menggunakan pembersih lantai. Campurkan 10 tutup botol cairan pembersih lantai atau karbol dengan 1 liter air ke dalam wadah semprotan. Jika kedua cairan sudah menyatu rata. Bisa menyemprotkannya 2 kali sehari pada benda-benda yang sering disentuh. Biarkan mengering dengan sendirinya atau lap dengan kain kering setelah dibiarkan selama 5 menit. De-ngan perbandingan itu, kadar natrium hipoklorit dan monoterpen sesuai untuk disebut sebagai disinfektan, yakni 0,5 persen.

Penggunaan disinfektan harus dilakukan dengan benar. Disarankan untuk mengelap area permukaan objek yang kotor dengan air dan sabun terlebih dulu. Setelah itu, baru semprotkan disinfektan dan dibiarkan mengering; atau lap dengan lap kering setelah dibiarkan 5 menit. Gunakan sarung tangan dan masker saat menyemprotkan cairan disinfektan. Saat penyemprotan, usahakan pintu dan ventilasi ruangan dibuka agar ada sirkulasi udara yang baik. Berhati-hatilah dalam menggunakan cairan. 

Pembuatan Masker 

Di tengah keterbatasan penyediaan masker medis, penggunaan masker kain oleh masyarakat menjadi alternatif pencegahan Covid-19. Kita ternyata dapat membuat masker sendiri dengan kain tak terpakai. Selain membantu melindungi diri, dapat memanfaatkan bahan yang tidak terpakai. Bahan yang diperlukan adalah kain bekas sisa jahitan atau perca. 

Dalam membuat masker diperlukan template atau pola masker yang dapat dibuat dari pola masker bedah, atau rancang pola di atas kertas. Selain itu dibutuhkan tali elastis dan mesin jahit/alat jahit. Potong template atau pola berukuran 17,5 cm x 17 cm. Kemudian buat lipatan kecil berukuran 1 cm di bagian tengah dengan jeda jarak 2 cm. Setelahnya, siapkan tali elastis, kemudian letakkan di ujung kiri dan kanan masker. Lipat ujung masker dan jahit bersamaan dengan tali. Masker siap dipakai. (Handayani, Latifah Dinar)

Tulisan ini pernah dimuat pada Majalah Suara ‘Aisyiyah Edisi 5 Mei 2020

Leave a Reply