Cara Tepat Lindungi Anak dari Covid-19

Berita 9 Sep 2021 0 50x
Isolasi Mandiri pada Anak

Melindungi Anak dari Covid-19

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah – Di Indonesia, satu dari delapan anak terindikasi penularan Covid-19. Kondisi itu, menurut Mesty Arietedjo, mengharuskan orang tua serta keluarga untuk memberikan perlindungan ekstra kepada anak, baik saat anak di dalam maupun luar rumah.

Keterangan itu disampaikan Mesty dalam siaran langsung yang diselenggarakan oleh akun Instagram @tentanganakofficial dan @kemenkes_ri pada Rabu (8/10). Kegiatan yang mengangkat tema “Bagaimana Melindungi Anak dari Covid-19?” itu diadakan dalam rangka menyambut World Patient Safety Day 2021 yang jatuh pada 17 September 2021 nanti.

Di awal penjelasannya, Mesty menyampaikan bahwa ibu yang terpapar Covid-19 dengan gejala ringan tetap dapat memberikan ASI kepada anaknya. Dengan catatan tetap menerapkan protokol kesehatan guna menghindari penularan Covid-19 pada anak. Akan tetapi, ibu yang terpapar Covid-19 dengan gejala berat, misalnya ditandai dengan adanya gejala batuk atau sesak nafas, maka dianjurkan untuk memberikan ASI perah atau meminta bantuan dari pendonor ASI.

Dokter anak itu menyampaikan bahwa anggapan tentang potensi penularan Covid-19 melalui ASI tidak terbukti kebenarannya. Bahkan, menurutnya, berbagai penelitian menunjukkan bahwa ASI dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh bagi bayi atau balita untuk melindungi mereka dari penularan Covid-19.

Baca Juga: Anak Positif Covid-19, Begini Langkah Isolasi Mandiri yang Tepat

Mesty menjelaskan, selain menjaga protokol kesehatan dan penerapan 5 M, vaksinasi dasar lengkap dapat segera dilakukan pada anak-anak untuk memberikan sistem kekebalan tubuh. Ia juga mengatakan bahwa sebisa mungkin anak merasa senang dengan berbagai kegiatan pemenuhan kebutuhan imunitas mereka. “Studi menunjukkan vaksinasi influenza dapat menurunkan risiko anak terkena sakit berat. Jadi penting sekali untuk melengkapi vaksinasi anak, untuk meningkatkan imunitas bagi anak,” tutur Mesty.

Bagi anak berumur 2 tahun ke atas, Mesty meminta agar orang tua dapat membatasi aktivitas luar rumah mereka. Untuk menghindari suasana yang membosankan, orang tua dapat menciptakan lingkungan bermain yang nyaman di dalam rumah. Kalaupun sekiranya memang perlu keluar, anak harus menggunakan masker dan menjaga jarak.

Pada masa pandemi seperti saat ini, Mesty menyampaikan bahwa anak-anak memang berisiko mengalami perkembangan sosial yang tidak optimal akibat tidak mendapatkan interaksi sosial dari lingkungan masyarakat. Oleh karena itu, lenjutnya, orang tua dan keluarga harus memberikan kenyamanan bagi anak saat mereka berada di rumah. (cheny)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *