Cegah Perkawinan Anak dan Wujudkan Keluarga Sakinah, ‘Aisyiyah Adakan Bimwin Catin dan Pra Nikah

Liputan 23 Oct 2019 0 57x

Dalam mendorong terwujudnya Keluarga Sakinah sesuai dengan konsep Muhammadiyah-‘Aisyiyah, Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah (PPA) menyelenggarakan Bimbingan Perkawinan atau biasa disebut Bimwin. Kegiatan Bimwin bagi Calon Pengantin (Bimwin Catin) tersebut diselenggarakan Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah bekerjasama dengan Kementrian Agama (Kemenag RI). Hal tersebut dijelaskan oleh Siti Aisyah, Ketua Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah yang membidangi Majelis Tabligh dan MPK.

Bimwin Catin di Pekan Baru, Riau

Ia menambahkan, terkait Bimbingan Perkawinan Pra Nikah (Bimwin Pranikah) secara mandiri telah dilakukan oleh‘Aisyiyah.’Aisyah mencontohkan PWA Bali dan Kepulauan Riau yang telah melaksanakannya secara mandiri. Bimbingan Perkawinan, imbuh Siti Aisyah perlu diadakan untuk mempersiapkan angkatan muda yang telah memasuki usia pernikahan. “Agar ketika mereka menikah nanti telah memiliki pemahaman dan persiapan dalam menyongsong kehidupan berumah tangga, baik dari kesiapan spiritual, fisik, jiwani, pendidikan, kesehatan, sosial, dan ekonomi,” ungkapnya.

Terkait pelaksanaan Bimwin Catin, Kemenag sebenarnya telah memiliki modul. Meski demikian, ungkap Siti ‘Aisyah, ‘Aisyiyah menyematkan materi tentang Konsep Keluarga Sakinah menurut Muhammadiyah-‘Aisyiyah. Saat diwawancara Suara ‘Aisyiyah, Siti Aisyah menjelaskan bahwa ‘Aisyiyah menambahkan dua pilar, yaitu pilar spiritualitas dan pilar sosial, karena dalam modul Kemenag hanya memuat tiga pilar yaitu pilar pendidikan, ekonomi, dan kesehatan saja. Penambahan tersebut sesuai dengan konsep Keluarga Sakinah ‘Aisyiyah yang mencakup lima pilar, yaitu spritualitas, sosial, pendidikan, ekonomi, dan kesehatan. “Pilar spiritualitas dibutuhkan agar tercipta spiritualitas suami-istri, yaitu kedekatan kepada Tuhan sebagai pondasi sebuah keluarga. Kemudian pilar sosial, dibutuhkan karena keluarga merupakan bagian dari masyarakat., sehingga keluarga juga memiliki peran dalam pembinaan masyarakat dan membangun peradaban,” papar Siti ‘Aisyah.

Diskusi Bimwin Pra Nikah di Lampung

Program Bimwin, ungkap Siti Aisyah, bertujuan untuk meningkatkan kualitas kehidupan keluarga dalam seluruh aspek secara berkeadilan dan berkemakmuran menuju terciptanya keluarga sakinah. Sementara program Bimwin Pranikah memiliki tujuan untuk menekan angka perkawinan anak, dengan merubah mindset anak-anak remaja agar tidak berpikir menikah terlebih dulu namun fokus menyelesaikan studi. Nilai-nilai Islam Berkemajuan seperti pandangan Tarjih yang tidak menganjurkan menikah dalam usia anak disampaikan dalam Bimwin tersebut.

Bimwin telah terlaksana di 15 wilayah/provinsi yang dikuti sebanyak 750 calon pengantin dan remaja. Peserta di setiap Kabupaten/Kota pelaksana Bimwin sejumlah 50-an peserta, “Peserta Bimwin Catin merupakan calon pengantin, sedangkan peserta Bimwin Pra Nikah adalah remaja berusia 21 tahun atau remaja yang duduk di kelas XII sekolah menengah atas atau mahasiswa di Perguruan Tinggi,” tambahnya.  ‘Aisyah menjelaskan, dalam penyelenggaraan Bimwin, ‘Aisyiyah menggunakan metode yang menyenangkan dan partisipatif, seperti ceramah interaktif, diskusi kelompok, presentasi, simulasi, problem solving, dan game.

Materi Bimwin Catin sendiri meliputi materi mempersiapkan perkawinan kokoh menuju Keluarga Sakinah, membangun hubungan dalam keluarga, mengelola konflik perkawinan dan ketahanan keluarga, pengelolaan kebutuhan keluarga, menjaga kesehatan reproduksi, serta menyiapkan generasi berkualitas dan penguatan spiritualitas. Sedangkan materi Bimwin Pra Nikah mencakup konsep diri remaja pilar sukses studi, komunikasi efektif dan etika pergaulan laki-laki dan perempuan, kesehatan reproduksi remaja, membangun jiwa enterpreunership remaja, dan usia ideal perkawinan dalam perspektif Tarjih Muhammadiyah. (Gustin Juna)

Leave a Reply