Covid-19 Belum Usai, Muhammadiyah Teguhkan Layanan Konsultasi Anak dan Keluarga

Berita 13 Sep 2020 0 59x

Bandung, Suara ‘Aisyiyah- Rapat Kerja Pimpinan Majelis Pelayanan Sosial (MPS) Pimpinan Pusat Muhammadiyah (PPM) pada 11-13 September 2020, memutuskan untuk memperkuat layanan konsultasi anak dan keluarga di beberapa daerah.

Pada acara yang berlangsung di Wisma Pandawa Bandung ini, dari laporan Amal Usaha Sosial Muhammadiyah (AUMSOS) di daerah terungkap bahwa, pengaduan lebih banyak didominasi di Pusat layanan Konsultasi Anak dan Keluarga. Seperti diketahui, ada 550 panti dibawah naungan MPS Muhammadiyah yang melaksanakan program Asuhan Keluarga, Santunan Keluarga, Panti dan Penyiapan Keluarga Pengganti (Foster Care).

Sehingga, dalam rangka menanggapi laporan kasus kekerasan dalam rumah tangga yang meningkat di masa pandemi. Para pendamping dan pekerja sosial MPS  telah dibekali pengetahuan terkait manajemen kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Dengan menghadirkan narasumber di bidang hukum, psikososial, dan medis via online. Serta, atas dukungan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak langsung.

Rita Pranawati,Komisioner KPAI melalui daring menyatakan, bahwa problem keluarga dengan semua aktifitas dari Walk From Home (WFH) menyebabkan beban domestik keluarga terus bertumpuk. Terutama keluarga yang menggantungkan penghasilan harian dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

Senada dengan itu Arsy Bayu, Pimpinan Puskessos Darul Ilmi Depok menyampaikan bahwa puluhan Ibu mendatangi layanan konselingnya, karena membutuhkan pendampingan selama pandemi, akibat beban domestik yang berlebih. “Sampai saat ini kami baru memiliki 15 pekerja sosial yang secara intensif mendampingi keluarga, kita masih memerlukan banyak lagi peksos, agar bisa bergantian dan menjangkau lebih banyak lagi dari data laporan masalah keluarga yang sudah kami terima,”paparnya.

Sularno Ketua MPS PPM berharap, hingga Muktamar Muhammadiyah nanti, peran 550 Panti Muhammadiyah di Indonesia dapat menjadi bagian solusi permasalahan bangsa di dalam keluaga. Karena memang masa Covid ini, agar pencegahan penularan bisa terjadi harus dipusatkan dari keluarga. Agar pencegahan dapat dilaksanakan dengan baik. “Tentu dari pusat kami ingin menambah dan memperkuat layanan yang telah ada”, imbuh Sularno yang juga Dekan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jakarta.

Pengasuh Panti Asuhan Bayi Sehat Bandung, Yanto Mulya Pibiwanto juga menyampaikan komitmennya untuk menjadi Sister Institusi panti panti Muhammadiyah lainnya, untuk mendukung layanan luar panti untuk keluarga yang terdampak selama pandemi.

Pun, potensi keterpisahan anak dari keluarga, karena faktor ekonomi keluarga semakin besar terjadi. Untuk itu, Muhammadiyah tetap berkomitmen agar anak tetap dalam asuhan keluarga dan asuhan berbasis keluarga. Bagaimanapun, keluargalah tempat terbaik bagi anak. (Asep Ibnu Tsani- Sekretaris MPS PP Muhammadiyah)

Leave a Reply