Gaya Hidup

Cukup Didampingi, Ini Dampak Positif Anak Bermain Game

dampak gawai pada anak

dampak gawai pada anakTidak dapat dimungkiri, anak-anak generasi Alpha atau yang lahir pada kisaran tahun 2010 sampai sekarang merupakan generasi yang paling melek teknologi. Ibaratnya, mereka sudah terkena screen time sejak dalam kandungan. Mereka lahir dengan kemajuan teknologi yang sudah maju. Gawai menjadi bagian penting yang menemani hari-harinya. Banyak dari mereka di usianya yang masih belia sudah dapat mengoperasikan gawai.

Hal itulah yang menyebabkan anak di generasi Alpha sulit untuk tidak terpapar screen time, salah satunya bermain game. Daripada melarang anak bermain gawai, lebih baik membuat kesepakatan mengenai kapan waktu boleh bermain gawai dan tidak, selalu mendampingi anak ketika supaya kegiatan anak terpantau, dan yang paling penting memastikan jenis game yang dimainkan aman dan sesuai dengan umurnya.

Mengutip dari klikdokter.com, bermain game dapat memberikan dampak positif pada anak. Saat bermain video games, otak anak memerlukan konsentrasi penuh. Hal tersebut bisa membantu merangsang neurotransmitter dopamin yang berguna untuk meningkatkan daya ingat.

Dilansir dari artikel “Pengaruh Game Online terhadap Remaja” yang ditulis Krista Surbakti, ada beberapa manfaat bermain video games bagi anak yang harus orang tua tahu. Pertama, meningkatkan konsentrasi. Mengutip penelitian yang dilakukan oleh Jo Bryce (kepala peneliti di salah satu universitas di Inggris), Krista mengungkapkan bahwa seorang gamer cenderung memiliki daya konsentrasi tinggi yang memungkinkan mereka dapat mengerjakan beberapa tugas.

Kedua, meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris anak. Saat anak mengikuti sebuah alur cerita yang tersaji dalam game, secara tak sadar mereka akan mencoba memahami cerita yang disajikan tersebut melalui perkataan, adegan, dan subtitle. Bahkan, saat tak mengerti arti sebuah kosa kata baru yang muncul dalam game tersebut, mereka akan coba mencari kosa kata yang tak dimengerti lewat kamus.

Tujuannya cuma satu, supaya makin mengerti dengan alur cerita dari game tersebut. Penelitian di Indonesia juga menunjukan bahwa seseorang yang pintar berbahasa Inggris di sekolah atau universitas tanpa kursus rata-rata merupakan para gamer.

Ketiga, meningkatkan kinerja otak. Memberikan waktu bermain game kepada anak dapat membantu meningkatkan kinerja otak, bahkan mempunyai tingkat kejenuhan yang lebih sedikit dibanding dengan belajar atau membaca buku.

Baca Juga: Dampak Gawai terhadap Perkembangan Sosial Emosional Anak

Sementara itu, Kukuh Pambuka Putra, dkk (2017) dalam penelitiannya menyimpulkan bahwa bermain game mampu meningkatkan kemampuan otak yang berhubungan  dengan  kognitif  atau  kecerdasan logika-matematika, misalnya kemampuan menghitung, logika berpikir, serta kemampuan memecahkan masalah. Game dapat membantu dalam proses belajar apabila waktu bermainnya dapat dikontrol atau dibatasi dengan durasi ≤ 3jam per hari.

Keempat, mengenalkan teknologi sejak dini. Video games dapat membantu memperkenalkan teknologi sejak dini pada anak. Namun, dengan catatan, orang tua harus selalu menemani saat anak bermain gawai agar mengetahui apa yang dilakukan anak dengan gadgetnya dan membatasi durasi waktu pemakaian gawai.

Kelima, sarana belajar. Dengan perkembangan teknologi yang sudah maju, sudah banyak developer game yang membuat game edukasi untuk anak yang berisi materi pelajaran. Tampilan dengan gambar dan video interaktif akan membuat anak lebih tertarik untuk belajar dan ilmu pelajarannya dapat terserap dengan mudah.

Keenam, melatih anak untuk menyelesaikan masalah. Dampak positif bermain game secara tidak langsung yakni mampu meningkatkan kemampuannya dalam memecahkan masalah. Hal tersebut karena saat menyelesaikan sebuah misi dalam video game, anak dituntut untuk berpikir menyusun rencana, serta mengambil tindakan dengan cepat dan tepat di waktu yang singkat.

Itu tadi manfaat positif dari bermain game untuk anak. Untuk memaksimalkan manfaat dari bermain game, para orang tua harus dapat memberikan pilihan video games yang sesuai dengan usia si kecil dan mencegah untuk tidak bermain game yang ada unsur kekerasan dan pornografi.

Kemudian, sebagaimana dilansir dari alodokter.com, durasi waktu ideal anak bermain games yakni 1,5 jam atau tidak lebih dari 2 jam per hari supaya terhindar dari dampak negatif kecanduan gawai.

Apabila anak menunjukan gejala akibat terlalu sering bermain games, seperti gampang marah, tidak sabaran, berhalusinasi, membantah perintah orang tua, atau sampai mengalami gangguan kesehatan seperti nyeri mata, pusing, pegal linu, baiknya segera dibawa ke tenaga medis yang kompeten untuk mendapatkan terapi yang tepat. (miqdad)

Related posts
Parenting

Mengolah Stres Pada Anak

Dewasa ini media sosial sering dihiasi dengan postingan-postingan bernuansa sendu, mulai dari masalah putus hubungan, masalah pekerjaan, hingga masalah perceraian. Postingan yang…
Parenting

Peran Orang Tua dalam Monitoring Tumbuh Kembang Anak

Oleh: Yekti Satriyandari* Masalah kesehatan anak merupakan salah satu masalah utama di bidang kesehatan yang saat ini terjadi di negara Indonesia. Derajat…
Pendidikan

Mendidik Anak Berkolaborasi

Oleh: Bukik Setiawan* Apa pentingnya kolaborasi buat masa depan anak? Bagaimana orang tua membantu anaknya menguasai kompetensi kolaborasi? Kompetensi yang paling diabaikan…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.