Wawasan

Dakwah Hikmah Meninggalkan Rokok

Oleh: Tito Yuwono*

Merokok banyak dampak negatifnya

Menimbulkan banyak penyakit berbahaya

Sehingga terlarang oleh agama

Namun masyarakat masih membiasakannya

 

Maka mari bersama meninggalkannya

Dengan berbagai cara

Insyaa Allah mendapatkan pahala

Juga sehat jasmani dan rohaninya

***

Merokok adalah kebiasaan yang tidak baik di masyarakat kita. Orang tua, anak-anak muda, bahkan pelajar sering juga kita dapati merokok. Masih sering juga kita dapati mereka merokok di tempat-tempat umum, di tempat hajatan, serta di forum rapat maupun pengajian kampung. Dan nampaknya merokok ini sudah menjadi semacam tradisi. Ketika seseorang mengunduh hajatan atau menyelenggarakan pengajian, salah satu hidangan wajibnya adalah rokok.

Baca Juga: Perokok di Muhammadiyah Masuk Golongan “Orang Asing”

Menurut Kemenkes, dalam 10 tahun terakhir dari 2011-2021 jumlah perokok dewasa terjadi peningkatan sejumlah 8,8 juta orang. Pada 2011 jumlah perokok dewasa 60,3 juta, dan pada tahun 2021 meningkat menjadi 69,1 juta. Tentu ini merupakan angka yang sangat memperihatinkan. Hal ini dikarenakan begitu besar dampak negatif rokok terhadap kesehatan, namun kesadaran masyarakat berkaitan dengan meninggalkan rokok masih rendah.

Dalam laman Kemenkes disebutkan dampak negatif akibat merokok sangat banyak, diantaranya menyebabkan penyakit paru-paru kronis, stroke dan jantung, kanker, penyakit gigi, tulang mudah patah, dan sebagainya. Hal ini karena dalam rokok terdapat lebih dari 4000 jenis bahan yang berbahaya bagi tubuh.

Alhamdulillah, Muhammadiyah sebagai gerakan amar ma’ruf nahi mungkar telah mengkaji secara mendalam dan menetapkan hukum merokok. Hukum merokok ini haram sesuai fatwa Majelis Tarjih dan Tajdid NO. 6/SM/MTT/III/2010. Pengharaman rokok bukan saja oleh Muhammadiyah, namun juga oleh lembaga fatwa negara lain seperti Saudi, Malaysia, Brunei, singapura dan lain-lain. Berdasarkan dokumen fatwa Majelis Tarjih dan Tajdid NO. 6/SM/MTT/III/2010, beberapa hal yang menjadikan penetapan haram adalah:

  1. Merokok termasuk kategori perbuatan meralukan khabais yang dilarang dalam Q.7:157.
  2. Perbuatan merokok mengandung unsur menjatuhkan diri ke dalam kebinasaan dan bahkan perbuatan bunuh diri secara perlahan sehingga oleh karena itu bertentangan dengan larangan Quran Q.2: 195, dan 4:29,
  3. Perbuatan merokok membahayakan diri dan orang lain yang terkena papara asap rokok sebab rokok adalah zat adaktif dan berbahaya sebagaimana telah disepakati oleh para ahli medis dan para akademisi dan oleh karena itu merokok bertentangan dengan prinsip syariah dalam hadits Nabi SAW bahwa tidak ada perbuatan membahayakan diri sendiri dan membahayakan orang lain,
  4. Rokok diakui sebagai zat adiktif dan mengandung unsur racun yang membahayakan walaupun tidak seketika melainkan dalam beberapa waktu kemudian sehingga oleh karena itu perbuatan merokok termasuk kategori melakukan sesuatu yang melemahkan sehingga bertentangan dengan hadits Nabi SAW yang melarang setiap perkara yang memabukkan dan melemahkan.
  5. Oleh karena merokok jelas membahayakan kesehatan bagi perokok dan orang sekitar yang terkena paparan asap rokok, maka pembelanjaan uang untuk rokok berarti melakukan perbuatan mubazir (pemborosan) yang dilarang dalam Q.7: 26-27,
  6. Merokok bertentangan dengan unsur-unsur tujuan syariah (maqasid asy- syari’ah), yaitu:

1) Perlindungan agama (hifz ad-din)

2) Perlindungan jiwa/raga (hifz an-nafs)

3) Perlindungan akal (hifz al ‘aql)

4) Perlindungan keluarga (hifz an-nasl)

5) Perlindungan harta (hifz al-amal)

Baca Juga: Recovery Pasca Stroke Bersama Fisioterapi 

Seyogyanya kita terus berdakwah ke masyarakat supaya masyarakat menjauhi rokok. Tentu dakwah dengan hikmah. Karena kebanyakan masyarakat kita masih menganggap merokok itu makruh dan banyak yang sudah ketagihan. Karena itu fatwa Majelis Tarjih dan Tajdid berkaitan dengan rokok ini diterapkan dengan mengingat prinsip at-tadrij (berangsur) at-taisir (kemudahan), dan ‘adam al-haj (tidak mempersulit). Kita memberikan pencerahan bagaimana dampak-dampak negatif rokok bagi diri maupun orang sekitarnya. Meninggalkan rokok juga berpahala. Selain itu, juga memberikan alternatif-alternatif untuk meninggalkan rokok. Berikut beberapa tips untuk berhenti merokok menurut mufti wilayah persekutuan Malaysia dalam dokumen “Merokok: Hukum dan penyelesaiannya”:

  1. Berusaha menunda, seperti mengatakan sebentar lagi. Ketika ada dorongan untuk merokok maka segera kita mengatakan sebentar lagi, atau nanti saja. Sehingga aktivitas merokok bisa tertunda. Dengan tertundanya aktivitas rokok maka frekuensi dan banyaknya rokok tiap harinya akan menurun.
  1. Jika datang niat mau merokok, tarik nafas panjang 3x secara perlahan. Bagus juga sambil mengingat dampak rokok serta hukum merokok. Sehingga yang tadinya berniat mau merokok bisa jadi tidak jadi atau tertunda karena teringat dampaknya.
  2. Menyibukkan diri sehingga melupakan rokok. Menyibukkan diri dengan aktivitas bermanfaat akan mengurangi rokok karena terlupa untuk merokok.
  1. Menjauhkan diri dari orang-orang yang merokok. Sebaiknya menjauhkan diri dari orang-orang yang merokok. Karena ketika kumpul dengan para perokok akan tergoda untuk merokok. Dan biasanya mereka akan menawari kita rokok ketika mereka mau merokok.
  1. Menjauhkan diri dari suasana dan situasi yang mendorong untuk merokok
  2. Mengunyah makanan. Ketika dorongan merokok muncul, dicoba untuk mengunyah makanan sebagai ganti dari merokok. Jadi makanan sebagai substitusi dari rokok.
  1. Berdoa kepada Allah SWT agar dimampukan untuk meninggalkan rokok.

Disamping itu, sebaiknya ada kesepakatan bersama bahwa ketika merokok harus menjauh dari orang yang tidak merokok karena efek negatif dari perokok pasif juga sangat berbahaya. Semoga masyarakat kita lekas memahami bahaya rokok ini dan diberikan kesadaran dan kekuatan untuk meninggalkannya.

Wallahu a’lamu bishshowab. Nashrun minallahi wa fathun qarib.

*Dosen Jurusan Teknik Elektro-Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, Sekretaris Majelis Dikdasmen PCM Ngaglik, Sleman, dan Ketua Joglo DakwahMu Almasykuri Yogyakarta

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *