Dakwah Kemanusiaan PWM DI Yogyakarta melalui Layanan Ambulanmu

Berita 15 Okt 2021 0 65x

dakwah kemanusiaan PWM DIYYogyakarta, Suara ‘Aisyiyah – Kamis (14/10), Pusat Diklat Tabligh PP Muhammadiyah mengadakan Podcast Muhammadiyah yang diselenggarakan live sreaming melalui akun YouTube Majelis Tabligh Muhammadiyah dengan mengangkat tema “Gerakan Dakwah Layanan Ambulanmu”. Episode kali ini menghadirkan Jaynal Arifin selaku Koordinator Divisi Ambulanmu dan Grandhika Fatih S yang menjabat sebagai Wakil Sekretaris Majelis Pelayan Sosial (MPS) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta.

Sebagai pengantar, Fatih menjelaskan bagaimana awal mula layanan Ambulanmu terbentuk. Layanan Ambulanmu terbentuk tahun 2017, tepatnya saat Rakerwil PWM DIY yang bertempat di UAD dengan mengundang seluruh PCM yang ada di Yogyakarta. Layanan Ambulanmu berdiri di bawah naungan Majelis Pelayan Sosial (MPS) dan khusus diperuntukkan bagi pasien biasa, bukan pasien gawat darurat.

“Kita membuat program ambulans khusus transportasi. Maksudnya adalah ambulans yang diperuntukkan untuk transportasi pasien yang sifatnya tidak sedang gawat darurat, ” ujarnya.

Baca Juga: Corona: MCCC adalah Wujud Nyata Peran Muhammadiyah Menangani Covid-19

Dalam Undang-Undang kesehatan dan lalu lintas, jenis ambulans terbagi ke dalam 3 jenis, yaitu ambulans pasien, ambulans gawat darurat, dan ambulans jenazah. Sampai sekarang, sebut Fatih, layanan Ambulanmu sudah tersebar luas se-Yogyakarta, yakni di 56 titik dengan armada kurang lebih 70 unit. Masing-masing titik ada yang punya 1 unit, dan ada yang 2 unit.

Layanan Ambulanmu juga turut membantu menangani Covid-19. Selama tahun 2020, kata Fatih, Ambulanmu telah banyak melaksanakan program. Pertama, pembekalan dan sosialisasi kepada para driver ambulans mengenai bagaimana mengoperasikan ambulans secara aman dan edukasi tentang Covid-19. Kedua, pembagian APD, masker, handsanitizer, dan alat prokes lainnya untuk keamanan driver ambulans. Ketiga, membuat SOP tambahan ambulans berupa screening kepada pasien mengenai gejala yang dialami pasien yang diantar. Keempat, mengadakan penambahan sekat pembatas antara driver dan pasien. (miqdad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *