Dalam Islam, Zakat dan Salat Tidak Bisa Dipisahkan

Berita 8 Okt 2021 0 59x

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah – Jumat (8/10) akun YouTube @tvMu Channel mengadakan kajian bertema “Zakat adalah Rukun yang Tidak Bisa Dipisahkan dengan Sholat”. Kajian ini menghadirkan Ulfa Hamadah dari Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Cilacap sebagai pemateri.

Ulfa Hamadah menjelaskan tentang 5 (lima) perkara yang membuat Islam tegak. Lima hal itu sebagaimana termaktub dalam sebuah hadits riwayat Bukhari dan Muslim. “Nabi Muhammad sw. Bersabda: Islam dibangun atas 5 (lima) perkara. Bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, Nabi Muhammad utusan Allah, mendirikan salat, menunaikan zakat, haji, dan berpuasa pada bulan Ramadhan”.

Baca Juga: Abdul Mu’ti Wakili Umat Islam Indonesia Ceramah di Vatikan

Dalam kesempatan itu, Ulfa memberikan penjelasan mengenai zakat. Ia mengatakan “zakat merupakan salah satu sendi pokok ajaran Islam, bahkan al-Quran menjadikan zakat dan salat sebagai lambang keseluruhan ajaran islam. Zakat merupakan salah satu ketetapan Allah yang menyangkut dengan harta. Sadakah dan infak pun demikian”.

Maksudnya, Ulfa menjelaskan, salat merupakan ritual keagamaan yang berdimensi vertikal (hablun min Allah), sedangkan zakat adalah ibadah yang berdimensi horizontal (hablun min an-nas). Oleh karena al-Quran dan hadits selalu menetapkan perintah salat bersamaan dengan zakat, artinya kaitan antara keduanya begitu erat.

Di akhir penjelasannya, Ulfa memberikan pesan dengan mengutip Q. S. al-Baqarah [2]: 110 (yang artinya), “dan dirikanlah salat dan tunaikanlah zakat, dan apa yang kamu usahakan dari kebaikan darimu tentu kamu akan mendapatkan pahala dari sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan”. (septia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *